Trik Atasi Lampu Belakang Motor yang Redup

Penyebab lampu belakang enggak terang bisa disebabkan beberapa hal. Maka untuk mendeteksinya, bisa dimulai dari bagian aki. Pasokan listrik  yang sudah gak stabil bisa bikin lampu belakang temaram. Nah solusinya, periksa tegangan aki dengan alat avometer.

Avometer dipakai untuk melihat tegangan listrik yang ada pada sumber listrik motor atau aki. Tegangan yang sesuai dan ideal yakni berkisar 12-12,3 Volt. Kalau kurang dari itu, tandanya aki harus dicharge. Dan jangan lupa bersihkan juga bagian konektornya dari kerak oksidasi.

Bagian lain, seperti kabel lampu juga bisa jadi biang kerok. Cek semua kabel yang berhubungan denga lampu belakang. Mungkin ada sambungan kabel yang bikin arus utama dari aki ke lampu belakang terganggu.

Masih remang-remang juga? Kalo gitu cek pemicu lainnya! Hal yang dimaksud adalah bagian soket-soket kabel yang mengarah ke lampu belakang. Soket yang longgar bisa bikin arus tak stabil yang akhirnya bikin lampu belakang redup 

Pastikan semua soket terpasang dengan benar dan kencang. Selain itu, mumpung soket lagi ‘dibedel’, sekalian saja bersihkan pakai cairan penetran yang banyak tersedia di pasaran.

Cek juga bagian fitting lampu belakang pada rumah bohlam. Mungkin di saat pemasangan bohlam, peranti tersebut dipasang dengan posisi yang salah. Ini biasa terjadi kalau saat pemasangan bohlam diputar salah arah.

Fitting lampu juga bisa dicek pakai avometer. Kalau berkarat, tinggal bersihkan pakai ampelas halus dan semprot cairan penetran.

Tips Agar Kompon Ban Motor Lebih Awet

Selain ditunjukan dari simbol segitiga di dinding ban, keausan kompon ban juga bisa dites secara mudah lewat tekanan kuku ke ban itu sendiri. Jika ditekan kuku tapi tidak lagi membekas, itu artinya kompon ban sudah mulai keras.

Maka itu, ada berbagai cara untuk menjaga daya tahan kompon ban ketika motor tak dipakai lama. Yaitu, dengan memberikan alas dari kayu ke permukaan ban agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai.

Sebab jika bersentuhan langsung, dikhawatirkan terjadi pengurangan kompon ban di satu sisi. Maklum, ketika bersentuhan dengan lantai, suhu lantai akan membuat perubahan di ban. Sehingga, terjadi perubahan struktur kompon.

Sama halnya jika kena efek sinar ultraviolet langsung. Maka di bagian yang tidak kena, suhu akan lain dengan permukaan ban yang tersinari.

Perhatikan Cuaca! Buat Penggemar Modifikasi Motor

Demi keselamatan, pengendara yang maniak modifikasi harus juga pintar baca iklim. Motor mau dipakai saat musim hujan atau kemarau. Dengan begitu, bisa menggunakan komponen part yang tepat. Karena, salah pemasangan variasi, bisa berbuntut celaka jika salah membaca musim.

Ban tapak kecil masih oke di musim kemarau, tapi sebaliknya hindari penggunaan karet bundar seperti itu di musim hujan. Karena, makin kecil tapak ban, makin kecil penampang ban yang menempel di aspal.

Saat musim hujan, ban tapak kecil ini, patternnya tidak efektif membuang air, sehingga ban seolah mengambang. Bahasa kerennya aqua planning. Bahasa awamnya, licin, bo. Sebaiknya gunakan ban tapak lebar di musim hujan.


Lalu lampu. Lampu HID mempunyai kelvin tinggi (6.000-15.000 Kelvin). Cahayanya putih dan kebiru-biruan hingga ungu. Untuk pemakaian musim kemarau, bohlam berkelvin tinggi masih oke. Tapi tidak dianjurkan di saat hujan seperti sekarang ini.

Cahaya putihnya akan bias ketemu air hujan. Otomatis, jarak pandang jadi pendek. Sehingga kita jadi kurang cermat mengetahui situasi lalu lintas di depan kita. Sebaliknya, Kelvin rendah dengan warna kuning efektif di musim hujan. Batok lampu model smoke pun malah oke di hujan.

Handgrip berbahan stainless atau alumimium pasti akan terlihat ciamik di musim kemarau. Aksen kromnya memberi nuansa kemewahan.

Tapi, jangan sesekali dipakai saat hujan. Pasti licin. Lha wong tanpa kena air aja handgrip model ini sudah dipastikan licin. Apalagi bila kena guyuran air dari langit.

Musim hujan begini, sebaiknya pilih handgrip variasi berbahan karet. Lebih keset di genggaman. Terlebih jika saat berkendara, sobat menggunakna sarung tangan. Sarung tangan yang rata-rata berbahan kulit, akan membuat genggaman makin merekat ketika bertemu handgrip karet.

Solusi Bagi Motor yang Rem Belakangnya Mengunci

Banjir selain merugikan secara material juga menimbulkan banyak cerita. Salah satunya cerita kendaraan yang mogok baik itu mobil maupun motor.

Meski pengendara motor yang berhasil menerjang banjir kemudian motornya tidak mogok pasti ada salah satu komponen yang rusak atau Anda merasa ada yang beda saat menunggangi motor itu. Salah satunya rem belakang yang mengunci.

Kalau sudah seperti itu bahaya juga lho karena saat  akan melakukan pengereman, rem belakang motor tidak berfungsi dengan baik, bisa-bisa  nabrak atau bisa jadi jatuh karena rem tidak berfungsi normal.

Kalau rem belakang nge-lock saat terkena banjir itu memang pasti terjadi. Karena kampas rem terkena air sehingga menjadi lembab yang akhirnya rem jadi mengunci.

Solusinya ketika rem belakang mengunci bisa dilakukan dengan cara mendiamkannya saja atau mengejut-ngejut rem sesekali ketika jalan.

Dengan mendiamkan atau mengejut-ngejutkan kampas rem yang lembab akibat terkena air menjadi panas kembali sehingga lama kelamaan kampas rem akan menjadi normal.

Didiamkan itu bukan berarti motor tidak dipakai. Jalankan motor kalau tidak mau dikejut-kejut ya dibawa jalan saja. Jarak 1 atau 2 km pasti rem sudah normal karena kampas sudah mulai panas lagi dan lembab karena air itu akan ilang sendiri.

Lain lagi kalau dikejut-kejut. Itu fungsinya akan lebih cepat karena kampas jadi lebih cepat panas atau lembab cepat hilang. Jadi tergantung dari yang punya motor. Mau didiamkan dengan jarak 1 sampai 2 km atau pilih dikejut-kejut secara perlahan. Itu saja sudah cukup.

Yuk Kenali Kapan Motor Perlu Di Tune Up

Sepeda motor yang setiap hari dipakai pasti mengalami pergeseran fungsi atau setelan berubah. Entah karena getaran atau karena mengalami keausan onderdil tertentu. Sehingga perlu disetel ulang/tune up untuk memulihkan kondisi tunggangan seperti semula. Biar enggak salah deteksi, berikut akan dibeberkan beberapa indikasi yang mesti diperhatikan. 

1. Sesuai standar pabrik 
Sesuai anjuran pabrikan, tiap 2.000 Km besutan harus tune up. Biar ditunggangi lebih enak dan nyaman. Lebih bagusnya tiap tune up sekalian ganti oli. 

2. Suara mesin kasar 
Mesin kasar biasanya berasal dari setelan klep yang sudah kendur, rantai keteng yang mulai aus dan kendur, serta oli mesin yang sudah jelek/terlalu encer. 

3. Motor tidak mau stasioner/langsam 
Ini terjadi akibat karburator kotor dan setelannya sudah berubah. Juga karena letikan busi yang sudah jelek. Meski setelan karburator bagus, tapi kalau businya jelek akibatnya stasioner juga tidak bagus. 

4. Mesin brebet saat putaran menengah dan putaran atas 
Ini juga akibat karburator kotor dan busi jelek 

5. Konsumsi BBM boros dan keluar asap hitam dari knalpot 
Lantaran filter udara kotor, mengakibatkan suplai udara ke ruang bakar tidak lancar. Akibatnya campuran udara dan bensin tidak tepat. Banyak bensin yang terbuang lewat knalpot dan berwarna hitam. 

6. Tarikan berat 
Setelan klep yang mulai agak rapat akibat memuai, ditarikan awal besutan lebih berat dan lambat, tapi putaran atas kencang. Kebalikannya, bila klep longgar/kendur, tarikan awal lebih enteng. Tapi di putaran atas terasa agak berat. 

7. Saat pagi susah hidup 
Ini akibat karburator kotor, busi kotor dan setelan klep berubah. 

8. Getaran mesin tinggi 
Ini disebabkan setelan karburator tidak pas atau terlalu besar, setelan klep tidak pas dan baut mounting mulai kendur. 

9. Oper gigi keras/susah 
Lantaran setelan kopling tidak pas/berubah, pengoperan gigi terasa lebih keras. Tarikan awal agak nahan. Pada putaran akak tinggi motor baru mau lari. 

Tips Akali Kekerasan Suspensi Depan

Seting suspensi depan tak boleh asal, meskipun ada 4 langkah yang biasa dilakukan. Pertama tambah oli sokbreker, kecilin liang suling, ganti per keras atau ganjal per pakai ring (washer).

Tambah oli sok depan ada batasnya. Maksimal 5 cc dari standar. Lebih dari itu bikin ruang kosong di tabung sok menyempit. Efeknya, saat dapat tekanan, cairan yang mestinya pindah ke ruang lain jadi tak bisa. Jadi, kayak suspensi mati. Tapi, pabrikan melarang ganti oli sok SAE-10 dengan oli lain lantaran kekentalannya beda. Jika terlalu kental akan sulit lewat lubang suling dan berakibat sok jadi limbung.

Berikutnya kecilin lubang suling buat nahan derasnya aliran oli sok. Ini biasa dilakukan di motor balap, efeknya bisa bikin pantulan atau rebound lebih lambat. Tapi, pekerjaan ini butuh ketelitian dan bantuan tukang las. Sebab jika lubang terlalu kecil, oli malah enggak ngalir.

Ganti per. Tapi, panjang per pengganti kudu sama, biar tak menekuk pas dipasang. Sedang kian banyak ulir rapat, maka per lebih keras. Contoh, Vario bisa pakai per sok depan Karisma atau Supra X. Panjang sama tapi per lebih keras.

Terakhir, ganjal ring. Meski tak terlalu disarankan, namun bisa dilakukan dengan syarat. Yaitu, pakai ring (washer) orisinal yang tak mudah terkikis. Sebab gram-gramannya bisa menyumbat lubang suling bahkan bisa merusak sil dan as sok.

Kenali Istilah-Istilah Pelumas Motor


Setidaknya puluhan merek oli yang hadir menyerbu pasar. Tidak sedikit dari bikers yang dibuat bingung dengan kehadiran pelumas itu. Produk seperti apakah yang kiranya pas dan sesuai dengan kebutuhan motor kesayangannya. Terutama, bagi mereka yang awam dengan spesifikasi pelumas. Maka itu, produsen pelumas yang baik selalu mencantumkan spesifikasi pelumas yang dimilikinya itu di kemasan.

Berikut istilah-istilah pelumas motor yang biasa tertera pada kemasannya:

API SERVICE
American Petroleum Institute merupakan kepanjangan dari API. Ini adalah satu satu badan standarisasi Amerika terhadap pelumas mesin. Untuk di Indonesia, standarisasi pelumas otomotif merujuk ke API atau proses standar ASTM (American Standard Technique Method). API sendiri memiliki tingkatan. Untuk tipe mesin bensin atau gasoline yaitu; SH, SJ, SL dan yang tertinggi SM. Sebenarnya kategori ini lebih ditentukan dari teknologi mesin itu sendiri.

MA ATAU MB
MA atau MB bagian standarisasi JASO khusus motor. JASO MA diperuntukkan bagi motor yang aplikasi kopling basah. Artinya, kopling ikut terendam oli. Misalnya, di motor tipe bebek atau sport. Sedang JASO MB buat motor kopling kering. Di motor ini, kopling tak terendam atau tak dibasahi oli. Misalnya, skubek alias matic. Jika spek MB dipakai di motor yang seharusnya pakai MA, maka bisa terjadi slip kopling. Itu karena dari aditif oli yang diusung.
   
OLI SOK dan OLI GIRBOK
Dalam perannya, oli sok diharuskan punya kualitas yang bagus. Sebab fungsinya tak kalah dengan pelumas mesin. Oli sok juga bisa alami panas. Itu karena kinerja sok sendiri yang terus memompa oli hingga tercipta panas. Maka, oli sok memiliki batasan normal kekentalan hingga 5 cSt (satuan viskositas) ketika dipakai hingga suhu sentuh 100º celcius. Terkadang, ada juga bikers yang tambahkan volume oli sok agar peran sok lebih keras dari seharusnya. Misal, harusnya 50 cc dibuat 65 cc.

Ketika memiliki motor matic, pastinya butuh pelumas tambahan untuk bagian girboks. Maka itu, produsen oli berlomba buat suguhkan pelumas girboks. Pelumas ini dirancang berbeda dengan pelumas mesin. Karena pada roda gigi matik, oli harus mempunyai aditif extreme presure sehingga tahan terhadap gesekan lebih. Sedang oli mesin, tidak semua pelumas memiliki aditif seperti ini. Toh, harga pelumas ini hanya berkisar Rp 10 – 20 ribuan.

FULL SYNTHETIC
Usah bingung oleh tulisan di kemasan pelumas, karena tertera Full Synthetic. Ini adalah jenis dari oli. Proses pembuatannya, oli ini lebih sempurna. Dengan menggunakan jenis base oil (bahan dasar oli) yang terbaik, oli ini akan tahan terhadap oksidasi dan temperatur lebih baik. Ini akan memberikan performa lebih untuk pengendaranya. Dengan tak cepat menguap dan tahan oksidasi, tak jarang oli buat kebutuhan balap banyak yang aplikasi full synthetic. Tentunya, dengan tambahan aditif lagi!

JASO
Ketika melihat tulisan JASO di kemasan jangan bingung. Karena sebenarnya JASO adalah singkatan dari Japanese Automobile Standard Organization. Ini adalah suatu badan yang menstandarisasi kinerja dari kopling alias clutch. Nantinya, badan ini yang menentukan atau mengeluarkan standarisasi bagi pelumas. Apakah masuk kategori MA atau MB

SAE
SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineering. Arti lain, SAE mewakili dari kekentalan pelumas yang ditawarkan. Misalnya jika di kemasan tertulis 10W-40. W, berarti Winter. Sedang 10, mewakili kekentalan oli (SAE) ketika suhu dingin sebelum mesin dihidupkan. Sedangkan 40 wakili kekentalan oli ketika engine berada di suhu yang tinggi. Makin rendah angka, pelumas makin encer.

SEMI SYNTHETIC
Semi sintetik atau Semy Synthetic artinya percampuran jenis base oil (bahan dasar oli) sehingga menjadikan pelumas itu menjadi semi sintetik. Maklum saja, harga pelumas sintetik bisa dua hingga tiga kali lipat dari pelumas biasa. Maka itu, tak sedikit produsen yang menawarkan semi sintetik sehingga harga lebih terjangkau. Bisa dikatakan kualitas oli ini sedikit lebih baik dari oli mineral.

MINERAL
Selain semi sintetik dan full sintetik, tersedia juga oli mineral. Oli ini diproduksi dengan menggunakan bahan dasar alias base oli yang mendasar. Harganya yang rendah ketimbang dua tipe pelumas yang disebut tadi. Tetapi, kekurangannya partikel tidak sejenis dan oli menjadi cepat panas. Selain itu, oli mineral mudah teroksidasi. Maka itu, pemakaian oli ini tidak bisa terlalu lama.

Kenali Resiko Motor Sport Injeksi Jika Terjang Banjir


Sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.

Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang.

Resiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.

Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti.

Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.

Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.

Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya.

Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.

Tips Cara Kenali Aki Rusak

Ada beberapa cara untuk mendeteksi aki mulai rusak. Caranya gampang, simak artikel berikut ini:

RABA PERMUKAAN DEPAN

Biasanya aki yang sudah mulai rusak, akan menggembung. Cara mengeceknya hanya diraba langsung menggunakan tangan. Permukaan atau casing aki akan terasa menonjol. Jika sudah parah, dengan melihat saja sudah ketara.

Ini biasanya disebabkan karena panas yang disebabkan oleh elektrolit yang ada di dalam aki. Part ini berbentuk ciran sehingga bila panas pasti akan berubah menjadi uap bertekanan sehingga menekan dinding aki.

Ibaratnya seperti di baterai handphone. Jika kondisinya sudah mulai menggembung, pasti daya tahan setelah pengecasan akan cepat habis. Begitu pula pada aki motor.


PAKAI VOLT METER
Cara yang paling akurat adalah menggunakan tester volt meter. Dengan menggunakan volt meter, kita bisa meninjau, voltase yang ada pada aki.

Lakukan pengecekan ini setelah aki selesai dicharge, ukur berapa volt yang didapat. Voltase standar aki motor adalah 12,4 volt. Jika sudah, pasangkan aki ke motor. Putar kunci kontak ke posisi ON sekitar 2 detik setelah itu matikan.

Cabut kembali aki dan cek menggunakan volt meter. Bila tegangan yang terjadi kurang dari 12,4 volt, maka aki sudah mulai drop dan harus segera diganti.

KORSLETING
Cara korsleting ini memang sering dilakukan untuk melakukan tes tegangan aki. Caranya, menghubungkan langsung kutub positif dan negatif diadukan agar terlihat percikan api. Dengan begitu besar atau kecilnya percikan api yang terjadi, bisa menentukan tegangan yang terjadi.

Tapi ini enggak pernah diajurkan oleh semua pabrikan. Memang dari percikan api konsleting kita biasanya bisa menerka tegangan yang terjadi. Tapi Jangan melakukan cara seperti ini, soalnya malah bisa merusak cell di aki.


BACA SPIDOMETER
Bila aki sudah mulai melemah, kita bisa langsung membacanya pada spidometer. Caranya konci kontak di-ON-kan. Lalu nyalakan sein kiri atau kanan. Bila spidometer ikut berkedip lemah, itu menandakan tegangan aki sudah tidak stabil lagi.

Inilah Efek dari Penggunaan Kampas Rem Murahan

Hati-hati dalam menggunakan kampas rem yang kualitasnya jelek atau kurang bagus ternyata bisa mempengaruhi tromol. Pemakaian kampas rem imitasi bisa menyebabkan tromol menjadi termakan atau terkikis. Fatalnya tromol menjadi rusak dan harus diganti.

Di sarankan untuk selalu menggunakan kampas rem yang asli. Karena selain kualitasnya bagus, tahan lama dan tidak akan memakan tromol. Kampas rem juga harus sering dicek minimal 1 bulan sekali kalau jalannya jarak jauh terus tapi kalau motor dipakai jarak dekat minimal 3 atau 4 bulan harus dicek.



.
Hal ini juga terjadi pada rem depan. Kampas rem yang imitasi atau jelek bisa merusak piringan cakram. Sama halnya seperti rem belakang, kampas remnnya tetap tebal tapi jika terjadi pengereman yang ditumbalkan yakni piringan cakram dan kalau untuk rem belakang tromolnya yang akan cepat termakan.
Jika sudah begitu harus diganti tromolnya kalau motor pelek jari-jari tapi kalau pelek racing harus ganti semuanya. Jadi ada baiknya selalu menggunakan kampas rem yang asli beda harganya juga tipis


Motor Injeksi vs Motor Karburator

-->
Buat sebagian orang, tren motor bersistem injeksi justru menakutkan. Alasannya, perawatannya susah dan spare part mahal. Padahal, kalau tahu, sistem injeksi justru lebih mudah dan efisien. Baik biaya maupun belanja bensin. Satu lagi, sistem injeksi ini bikin langit biru karena emisi gas buang lebih baik ketimbang karburator

Mesin bisa menyala, tergantung pembakaran. Pembakaran di mesin memerlukan suplai bahan bakar dan udara yang berasal dari karbu atau injeksi.

Pada injeksi, menggunakan peranti elektronik. Semprotan bensin disesuaikan dengan udara yang masuk benar-benar ditakar presisi. Supaya tidak meninggalkan karbon dan tidak mencemari lingkungan. Hasilnya bensin jadi irit karena pembakaran sempurna menghasilkan ledakan besar.

Debit bahan bakar dan udara yang disemprotkan ke ruang bakar lebih akurat. Karena dikontrol ECU atau Engine Control Unit. Di dalamnya berisi sensor putaran mesin (Throttle Position Sensor), sensor udara (Intake Air Temperature), sensor suhu mesin dan pendinginanan (engine oil dan coolant temperature) dan banyak sensor lainnya.

ECU inilah yang mengontrol komposisi antara bbm-udara mendekati 15 : 1. Perbandingan angka tersebut adalah perbandingan paling ideal untuk membuat mesin motor tak hanya efisien, tapi juga bertenaga.

Begitupun saat menghidupkan motor pagi hari. Langsung jreeng. Karena sistem injeksi sudah dilengkapi sensor suhu mesin dan suhu udara sekitar. Sehingga ECU akan mengirimkan data ke injektor untuk menambahkan debit bahan bakar. Orang awam bilang, melakukan choke otomatis.

Perawatannya pun mudah. Setiap servis, tak perlu bongkar injektor. Karena semua disetel melalui komputer. lebih cepat, dan efisien dari sisi waktu.

Saat ini , baik Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki sudah membekali bengkel resminya dengan perangkat perawatan injektor. Nah, sekarang bandingkan dengan sistem karburator yang masih mengandalkan kevakuman saja.
-->
Jadi, volume bensin, tergantung dari pergerakan piston. Setingan bensin dan udara ke ruang bakar juga ditentukan oleh diameter moncong karburator, pilot & main jet, serta baut setelan angin dan bensin.

Karena dilakukan manual, kerap terjadinya setingan tidak pas. Inilah yang menyebabkan motor jadi boros bahan bakar. Bila terlalu irit, malah tidak bisa dipacu dan susah hidup di pagi hari.

Dari segi komponen juga memang lebih banyak injeksi. Tapi, rusaknya sangat lama. Sehingga ongkos perawatan tidak jauh beda dengan sistem karburator. Apalagi arahnya nanti semua motor pakai injeksi.

Gunakan Cara Ini Untuk Cek Keausan Piston dan Ring Piston

Untuk mengetahui keausan piston atau ring piston, bisa dipantau dari dua cara. Yang pertama, dari kompresi ruang bakar. Kedua, dilihat dari adanya asap putih yang keluar dari saluran buang alias knalpot. Tapi, itu jika sudah parah keausannya.

Tapi, kalau belum parah sobat kudu gunakan metode yang pertama. Tentunya, dibantu dengan alat khusus buat ukur kompresi. Yaitu, compression tester. Selain itu, juga butuh pelumas alias oli mesin.

Jika compression tester sudah siap, lanjutkan dengan sediakan oli mesin. Tak perlu banyak, tapi cukup setengah sendok makan saja.

Kini, ukur lebih dulu kompresi awal mesin pakai compression tester. Nantinya, angka ini menjadi patokan buat melihat terjadinya keausan atau tidak. Setelah diukur, misalnya kompresi mesin menunjukan angka 16 psi.

Sekarang lanjut lagi ke langkah berikutnya. Masukan oli yang sudah disiapkan tadi melalui derat lubang busi di kepala silinder.

Ingat lho, tak perlu banyak-banyak. Karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.

Setelah oli dimasukkan, kini ukur kembali kompresi pakai compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.

Jika angka dari compression tester beranjak naik, itu artinya ada keausan di ring piston. Sebaiknya ganti dengan ring baru.

Prosedur yang Harus Dipenuhi saat Komplain Motor Baru

Namanya barang buatan manusia pasti ada saja kesalahan yang diakibatkan human error. Mengatasi komplain, pabrikan yang mengedepankan professional dan kepuasan konsumen punya layanan keluhan konsumen. Pabrikan motor seperti Honda, Suzuki dan Yamaha memiliki divisi khusus menangani masalah terkait dengan produk dan jasa.


Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sebuah produk dan layanan, pabrikan sudah memiliki standarisasi. Seperti motor yang memiliki prosedur perawatan di buku manual. Ikuti seluruh prosedur yang terdapat di dalamnya. Seperti servis atau penggantian komponen.

Jika semua prosedur telah terpenuhi namun masih ada masalah, silakan hubungi bengkel resmi. Seperti Honda yang menyediakan pelayanan komplain. Persyaratannya dengan membawa buku servis, fotokopi KTP dan fotokopi STNK.

Untuk garansi seperti bodi, mesin dan injeksi punya masa waktu garansi yang berbeda-beda. Garansi itu akan hangus jika motor tidak dalam keadaan standar. Seperti ganti knalpot, pasang alarm dan mesin sudah dibore up.

Prosedur yang harus ditempuh konsumen Yamaha juga sama. Konsumen harus membawa Kartu Service Gratis dan STNK. Akan dilakukan pengecekan, utamanya standar prosedur perawatan. Kalau memang tidak ada kesalahan prosedur tetapi ada komponen yang masih bergaransi rusak. Tentu pihak Yamaha akan mengganti.


Perlu diperhatikan oleh konsumen juga soal modifikasi pada komponen. Jangan mengubah atau menyambungkan kabel di luar aturan bengkel resmi. Kalau terjadi kerusakan seperti ini maka klaim akan gugur.

Kalau begitu ikuti aturan yang diterapkan pabrikan motor. Semuanya jelas terdapat di buku manual dan buku garansi servis. Kalau tetap bermasalah, ajukan ke bagian claim service. Pabrikan wajib memberikan pelayanan terbaiknya kepada konsumen. 

Komparasi Teknologi: CB150R vs New V-Ixion

Teknologi Mesin

Mesin CB150R menggunakan platform dari CBR150R. Mesin ini mengusung teknologi kepala silinder DOHC (double overhead camshaft) dengan 4 klep. Ada dua camshaft atau noken as atau kem. Tiap noken as memiliki dua bumbungan yang masing-masing langsung terhubung ke batang klep. Satu noken as bertugas membuka-tutup dua klep masuk dan noken as yang lainnya lagi membuka-tutup dua klep buang. 

Sedang New V-Ixion masih menggunakan mesin lamanya, SOHC (single overhead camshaft) 4 klep. Hanya memiliki satu noken as dengan dua bumbungan untuk mengatur buka-tutup dua klep masuk dan dua klep buang. Karena tiap bumbungan bertugas menggerakan dua noken as sekaligus, maka masih memerlukan rocker arm atau lengan penghubung antara noken as dengan batang klep.

Keunggulan DOHC yang paling mendasar adalah memiliki komponen yang bergerak lebih sedikit ketimbang SOHC yang masih membutuhkan rocker arm. Selain itu tidak perlu lagi setelan kerenggangan klep, fungsi pada DOHC sudah digantikan oleh shim yang membuatnya lebih minim perawatan. Tapi secara performa, keduanya hampir sama. 

Kedua motor ini sama-sama memiliki 4 klep dan telah dilengkapi dengan pendingin air atau radiator. Sedang untuk transmisinya, Honda lebih unggul secara jumlah dengan 6 speed. Sedang New V-Ixion hanya 5 speed.

Teknologi Injeksi

Sensor-sensor yang dulu ada pada sistem injeksi V-Ixion lama tetap dipertahankan di New V-Ixion, yaitu Sensor Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor (IAPS), Intake Air Temperature Sensor (IATS), Crankshaft Position Sensor (CPS) dan Coolant Temperature Sensor (CTP). Tapi kini ditambah O2 sensor.

Sensor oksigen ini hadir untuk memberikan feedback alias umpan balik kepada Electronic Control Unit (ECU) mengenai hasil pembakaran. Ketika gas buang terdeteksi terlalu kaya atau terlalu miskin, maka secara otomatis suplai bahan bakar akan disesuaikan. Hasilnya pembakaran lebih sempurna dan emisi lebih rendah.

Pada CB150R tidak dilengkapi sensor O2. Tapi jangan khawatir soal emisi, Honda telah membekali CB150R dengan Secondary Air Suplai System (SASS) agar tetap lolos regulasi Euro 2. SASS ini bekerja dengan cara menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun akan berubah menjadi CO2 dan O2. 

Tapi untuk sensor lain, CB150R masih lengkap dengan Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT). Selain itu sensor seperti Engine Coolant Temperature (ECT) dan Crank Position Sensor (CKP) juga tetap ada.

Fitur lain yang membedakan adalah, CB150R kembali mengadopsi sistem penyetelan stasioner model manual dengan sebuah sekrup. Sedang V-Ixion dilengkapi dengan Fast Idle Solenoid (FID) yang mengatur stasioner secara otomatis.


Kedua motor ini juga sama-sama memiliki sensor untuk mematikan sistem injeksi secara otomatis ketika terjatuh. Honda tetap memiliki Bank Angle Sensor (BAS), sedang Yamaha juga setia dengan Lean Angle Sensor (LAS).

Di CB150R juga terpasang capasitor bank. Tujuannya jika aki soak, pacuan yang aplikasi sistem bahan bakar injeksi itu bisa tetap berfungsi. Listrik cadangan yang tersimpan di kapasitor bank bisa memberikan pasokan listrik ke sistem injeksi. Part ini juga berfungsi stabilkan arus listrik agar main di 12–14 volt.

Sedang pada New V-Ixion tidak ada komponen seperti itu. Tapi Yamaha menyediakan lampu indikator yang akan menginformasikan kondisi aki. Ketika aki soak lampu akan menyala. Sehingga sebelum kejadian motor mogok karena sistem injeksi tidak bekerja gara-gara aki mati, pemilik motor sudah bisa melakukan pengecekan. 

Tips Servis Ringan Karburator Motor

Bersihkan karburator termasuk rangkaian servis ringan sepeda motor. Namun beberapa mekanik bilang, komponen vital ini tak harus dibongkar. Selain karena masalah ini, servis karbu cukup setel setingan anginnya. Kecuali jika masalahnya sudah berat dan sudah lama tidak dibongkar.

Kenapa bisa seperti itu, sering bongkar karbu bisa bikin derat baut-baut rusak bahkan dol. Selain itu, karet sil jadi cepat longgar. Jika ada kejadian parah, seperti kemasukan kotoran debu atau air, seting karbu itu enggak cepat berubah. Kecuali jika diutak-atik sembarangan.

Nah, biar perawatan karbu mudah, murah dan prosesnya enggak makan waktu dan tenaga, berikut ini langkah-langkahnya. Apalagi kalau bisa dikerjakan sendiri.

Pertama, kalau masih pakai filter bensin antara tangki dengan karbu rajinlah untuk pengecekan. Jika kotor, bersihkan atau ganti. Lalu tanpa filter bensin, rajin buang bensin di mangkuk karbu dua atau 3 minggu sekali. Atau tiap isi bensin penuh. Caranya, tinggal kendurkan baut pembuangan di mangkuk.

Langkah kedua, bersihkan saluran udara di congor karbu dengan cairan pembersih. Caranya dengan melepas karet penyambung karbu dengan box filter, lalu semprot semua lubangnya sambil hidupkan mesin. Dijamin semua kotoran akan hilang dari filter udara.

Tips Ringan Merawat Motor Gede

Motor gede di Indonesia terus berkembang pesat seiring dengan datangnya merek moge yang berasal dari luar negeri. Dengan demikian moge pun menjadi incaran para bikers sejati di tanah air.

Namun bagaimana perawatan moge ini apakah rumit atau sama saja seperti merawat motor jenis lainnya? Merawat moge itu hampir sama kaya ngerawat mobil. 

Poin-poin penting dalam merawat moge, diantaranya:

Harus rutin mengganti oli.

Pergantian oli secara rutin sangat penting di moge. Karena performa moge ini sendiri harus didukung dengan kinerja mesin yang maksimal. Ini wajib, sebesarnya motor lainnya juga wajib kalau ganti oli, tapi di moge jauh lebih penting.

Harus rutin mengganti oli.

Pergantian oli secara rutin sangat penting di moge. Karena performa moge ini sendiri harus didukung dengan kinerja mesin yang maksimal. Ini wajib, sebesarnya motor lainnya juga wajib kalau ganti oli, tapi di moge jauh lebih penting.

Cek ketegangan rantai.

Karena power di motor-motor gede itu sangat besar maka harus sering mengcek ketegangan rantai. "Rantai akan cepat kendor atau renggang karena power motor itu sendiri besar. Minimal cek 1 bulan sekali.

Kualitas bahan bakar harus diperhaikan

Khusus moge seperti Kawasaki ZX-6R, Honda CBR 250R bahan bakar harus lebih diperhatikan karena tidak sembarang menggunakan bahan bakar.


Sistem kelistrikan 

Sistem kelistrikan itu sangat penting untuk motor gede karena kebanyakan sistemnya sudah terkomputerisasi. Kesehatan aki juga harus benar-benar diperhatikan. Kalau motor seperti ini sistem kelistrikannya banyak dan hampir semuanya komputerisasi.

Perhatikan tekanan angin di ban

Tekanan angin juga sangat berpengaruh dan jangan dianggap sepele. Karena pada moge tekanan anginnya kurang dari batas yang ditentukan akan mempengaruhi kinerjanya.

Tips Setel Tuas Persneling Motor

Biar tumit enggak gampang pegal saat berkendara, salah satu komponen yang mesti diperhatikan posisi pasang tuas persneling. Jika terlalu turun atau naik, bukan cuma enggak nyaman, terkadang menyulitkan pindah gigi.

Agar enggak bikin penyakit di kaki, posisi tuas persneling diatur ulang. Apalagi jika pengendara memiliki ukuran kaki di atas rata-rata, kalau enggak pas jadi gak tahan lama pakai motornya.

Kalau motor masih standar dan belum pernah copot tuas persneling tak terlalu berisiko. Yang masalah kalau salah pasang, terutama di motor yang pakai batang penghubung tipe biasa dan bisa disetel. Salah posisi bikin repot.

Tuas persnneling ada yang model biasa. Tuas menyatu dengan pengukit bergerigi sebagai penghubung ke as persneling. Ada juga yang ditambah batang penghubung model fix alias enggak bisa disetel. Juga ada yang pakai setelan di batang penghubungnya.


Buat tuas persneling model biasa seperti di bebek macam Jupiter atau Supra-X, tinggal atur jarak tinggi-rendah melalui pengungkit yang ada gerigi di tengah. Sama dengan tuas persneling yang ada batang penghubung model biasa macam di Tiger. Tinggi-rendah diatur melalui pengukit yang ada geriginya tapi di tempat terpisah.

Lalu tuas persneling model tuas penghubung, seperti di Ninja 150R mesti hati-hati. Kalau Ninja 150R, kendurin mur pakai kunci 10 lalu atur dengan cara memutar batang yang ada ulir deratnya. Kalau sudah dapat posisi yang enak, mur 10 diikencangkan kembali.

Kenali Tanda-Tanda Kampas Rem Motor Habis

Rem merupakan komponen vital pada kendaraan. Tanpa di dukung performa bagus pada peranti ini, pengendara tidak akan nyaman selama melakukan perjalanan. Apalagi buat motor yang tidak didukung engine brake dan sistem pemidah dayanya. Kendaraan maunya nyelenong terus meski tuas rem sudah dalam ditekan.

Berikut tanda-tanda rem mulai habis atau lagi bermasalah, yang mungkin bisa jadi panduan para pemilik motor. Terlebih lagi saat ini sedang musim hujan..

Bisa Dari Cakram dan Teromol
Kampas rem tipis bisa dilihat dari ketebalannya. Tapi, kalau kampas rem boros, jangan salahkan kampas yang jelek. Bisa jadi piringan atau teromol roda yang memang waktunya diganti. Apalagi gesekan di kedua peranti memungkinkan lapisan teromol dan cakram ikut terkikis.

Logikanya, kampas habis permukaannya pasti lebih keras. Jika dipaksakan, bisa bikin teromol atau cakram baret. Alhasil, lapisan teromol berkurang atau diameter teromol jadi makin mekar.

Sesuai buku panduan, diameter teromol ada batasan. Rata-rata semua pabrikan merekomendasi toleransi penambahan diameter teromol antara 0,75 sampai 1 mm. Angka itu total pembesaran diameter teromol. Jadi, kira-kira pengurangan lapisan teromol akibat gesekan maksimal 0,5 mm.


Ciri di Rem Teromol
Meski sudah dilakukan pengecekan melalui rasa dan indikator, tapi rem motor tetap enggak mau pakem. Jalan paling aman dengan memeriksa kondisi kampas yang terpasang. Apalagi di tunggangan pada umumnya mengunakan rem hidrolik dan manual (teromol).

Untuk rem tipe teromol, indikator kampas rem mulai tipis bisa dilihat dari permukaan kampas yang bentuknya melengkung. Kalau permukaan bagian paling atas sudah tipis (tidak melengkung lagi), dan ketebalannya mendekati jarak 1,5 mm ya segera diganti. Di khawatirkan besi kampas akan bersingungan dengan teromol.

Lewat Rasa dan Indikator
Kampas rem tipis atau bermasalah bisa dibaca melalui rasa juga indicator penunjang kerja rem teromol atau cakram. Tentu tanpa harus buka dan lihat kondisi kampas di kaliper atau teromol, jadi nggak perlu repot kalau cuma mau tahu masalahnya.

Untuk mengetahui melalui rasa, ciri-cirinya bisa dirasakan kalau posisi tuas rem semakin dalam saat di tekan. Apalagi pada saat tuas di tekan, tunggagan sedikit mengeblong kalau nggak kuat menekannya.

Biar lebih yakin, coba lihat dari wadah minyak rem. Jika posisi minyak di bawah tulisan lower level, itu tanda kampas rem mulai tipis. Dan buat rem teromol, indikatornya bisa lihat tanda panah di dekat batang pengukit pada panel rem.


Rem Rem Cakram Juga Sama
Sama halnya dengan rem tipe cakram. Meski rasa dan indikator pada komponen penunjang rem bukan lagi pastokan, maka kampas rem di dalam caliper pun mesti di bongkar dari rumahnya.

Dan untuk mengetahui kampas rem mulai tipis dan minta diganti, cirinya ketebalan kampas sudah mendekati angka 2 mm. Lebih mudah lagi kalau lubang (nut) penyekat sisa serbuk kampas sudah tipis.

Selain ketebalan kampas, pastikan juga permukaan warna kampas nggak mengkilap. Apalagi di gosok tetap tidak bisa hilang. Itu tanda kampas sudah keras dan tidak maksimal menjepit lantaran licin permukaannya.

Lakukan Ini Jika Motor Kena Banjir

-->
Banjir merepotkan banyak orang, termasuk pengendara sepeda motor. Kebetulan saat ini terjadi banjir di banyak tempat. Nah, bagaimana bila Anda menghadapi situasi tersebut saat mengendarai sepeda motor? Tiba-tiba mesin mati dan apa yang perlu dilakukan? Apabila mesin mati saat menerjang banjir, jangan langsung dihidupkan lagi. Pasalnya, kemungkinan air bisa jadi sudah menyusup ke dalam mesin. Akibatnya sangat beragam, namun yang pasti mesin jadi rusak.

Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol. Pasalnya, terjadi gejala yang disebut "pukulan air". Orang tertentu lebih suka menyebutnya dengan bahasa Inggiris: water hammer. Sifat air sangat berbeda dengan campuran udara dan bensin yang diisap oleh mesin. Air tidak bisa dimampatkan. Saat mendapat tekanan dari piston, air menerjang bagian bagian lainnya dari mesin. Bahkan bisa membuat setang piston bengkok. Kalu sudah begini, dinding silinder juga "dihajar".

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ”menyembuhkan” mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir.

1. Buka karburator (jika masih menggunakan sistem pengabut ini). Keluarkan semua cairan di dalamnya belum cukup dengan melepas mur tempat pembuangan bensin. Untuk sepeda motor injeksi, bagian yang rawan air adalah sambungan kabel dan komputer atau ECU (sudah dilapisi bahan anti resapan air). ”Soket penghubung kabel sudah diberi insulator. Karena itu, genangan air bukan masalah bagi sepeda motor bermesin injeksi.” beber Ajang.
2. Buka mesin, mulai bak oli (crank ase), kopling dan blok silinder. Rendam dengan bensin dan keringkan.
3. Untuk skutik, dipastikan komponen di balik  bak CVT tidak kena air. Buang airnya melalui selang pembuangan (berada di bawah bak CVT).
4. Buang oli mesin, ganti dengan yang baru!
-->
5. Buka semua sistem kelistrikan, seperti kabel, spul, rumah lampu dan lain. Keringkan untuk mencegah hubungan pendek.
6. Kalau sudah terpasang dengan baik dan rapi, barulah mesin dihidupkan kembali!

Tips Hilangkan Bunyi Mendecit di Rem Cakram Motor

Musim hujan telah tiba, waktunya sedikit lebih giat memperhatiakn kompen rem. Seperti cakram dan sekitarnya.

Biasanya karena air hujan bercampur lumpur atau kerikil, bisa bikin bunyi mendecit seperti tikus kegencet. Memang itu sering terjadi bila hujan, karena kotoran mudah nempel di kampas atau cakram, sehingga timbul bunyi.

Untuk mencegah bunyi mendecit terjadi, ada beberapa tips. Tips pertama, setelah motor digunakan di bawah hujan atau terkena air hujan bercampur kerikil atau pasir, sebaiknya langsung disiram menggunakan air agar kotoran tidak menempel dan bersarang di sela-sela kampas atau kaliper. 

Bila sudah terlanjur kotoran menempel cukup lama dan enggak melakukan tips pertama, sebaiknya lakukan pembongkaran. Karena selain bunyi sistem pengereman lama-lama akan terganggu dan merusak permukaan kampas dan cakram. Untuk membongkar keseluruhan komponen, lepas dulu komponen kaliper.


Setelah dibongkar, bersihkan kampas rem depan menggunakan ampelas atau sikat kawat yang lembut agar kotoran terbuang. Terutama bersihkan komponen piston dan rumah piston agar kinerjanya enggak terganggu.



Setelah semua bersih, semprot menggunakan angin kompresor agar kotoran terbuang. Bila dalam kondisi musim hujan, agar enggak ribet bongkar dan memakan waktu lama, mending rajin kalau sudah hujan komponen cakram disiram air agar kotoran rontok, dijamin suara tikusnya bakalan hilang.