Showing posts with label oli motor. Show all posts
Showing posts with label oli motor. Show all posts

Trik Memilih Karburator Seken buat Motor

Jika ragu dengan kualitas karburator variasi dan mahalnya karburator asli, bisa kok pilih alternatif lain dengan beli karburator seken atau copotan. Berikut tips pilih karburator seken:

CEK JARUM BERIKUT SKEP

Tengok bagian dalam. Disini yang perlu diperhatikan kondisi piston dan jarum skep. Bila sudah baret, bisa memicu naik-turunnya skep enggak lancar.

Juga cek kelurusan jarum skep. Sebab jarum skep berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor di gas dan besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep ini.

Kondisi jarum pelampung rusak bisa bikin karburator sering banjir. Sebab jarum pelampung berfungsi mengatur masuknya bensin dari tangki ke mangkuk karbu.

Juga Pastikan kondisi pelampung. Pelampung punya tugas mendongkrak posisi jarum agar rapat menutup lubang. Aliran bensin dari tangki pun dibendung.

Agar tidak salah beli, lihat keduanya. Bisa dicek kondisinya dengan cara meniup lubang aliran bensin dan ditahan jarum dengan cara mengangkat pelampungya. Kalau angin tembus, bensin pun bocor.

FISIK KARBURATOR

Pastikan fungsi dan kondisi fisik karburator dengan cara mengcek ulir setelan gas dan angin agar motor bisa langsam. Juga sekrup trhottle screw yang berfungsi menyetel posisi skep.

Cek lubang venturi, hindari membeli yang sudah direamer. Pastikan juga baut mangkuk karbu dan keran bensin, apakah masih bagus. 

Lubang pilot dan main-jet harus berfungsi normal dan ulirnya masih bagus. Sebab jika ulirnya dol, main-jet dan slow jet tidak bisa dipasang. Jika spuyer dimasukkan ke rumahnya terasa longgar, berarti kondisinya sudah tidak bagus.

KARBURATOR KW2

Karbu KW2 sebutan karburator non orisinaldan kerap dijajakan dengan harga miring. Mutunya paling rendah dan jika diaplikasikan ke motor pasti aneh juga susah diseting.

Untuk mengenali ciri karburator ini, biasanya bahannya lebih enteng, gak ada part number dan lebih terang.

Mengenal Cara Kerja Fitur Safety di Motor

Beberapa pabrikan motor sekarang memanjakan konsumennya dengan fitur berlebih. Menariknya, fitur yang dihadirkan ini tak sekadar menambah apik keseluruhan pacuan. Tapi, juga membuat pemilik dan pengendara juga lebih aman dan nyaman.

Tak salah kalau seluruh biker berharap kalau fitur seperti ini harusnya jadi peranti wajib di motor kedepannya. Sehingga, kondisi ini bisa memicu atau menekan angka kecelakan bermotor juga. Jadi, tak hanya bicara soal pacuan kelas menengah saja yang punya fitur-fitur ini. Tapi seluruh motor. Mari simak cara kerjanya.

1. SWITCH KOPLING

Untuk di motor sport, salah satu fitur safety yang diterapkan adalah switch kopling. Hadirnya fitur ini, membuat mesin tak bisa dihidupkan lewat electric starter ketika gigi transmisi dalam posisi ‘masuk’. Jadi, motor jauh dari ‘loncat’ ketika elektrik starter ditekan. Ketika dalam posisi gigi masuk, untuk menghidupkannya, maka pengendara kudu menarik tuas kopling terlebih dulu. Barulah mesin bisa hidup.
Cara kerjanya, Ketika posisi gigi netral, maka switch kopling akan mendapat massa dari witch netral. Tetapi ketika gigi masuk, maka pengendara harus menarik tuas kopling. Karena pada saat itu, aliran listrik bisa mengalir ke massa melalui kopling.

2. SWITCH STANDAR SAMPING

Boleh dibilang hampir semua skubek yang beredar di Tanah Air mengaplikasi perangkat switch standar samping. Perannya, cukup fital. Sebab tak sedikit dari pengendara yang lupa buat menaikkan standar samping sebelum berjalan. Padahal, akibatnya bisa fatal tuh.
Cara kerjanya, ambil contoh di skubek Yamaha. Ketika kontak ON, buat motor yang belum aplikasi part ini, maka listrik akan mengalir ke ECU/ ECM dan relay starter. Tapi, di motor yang sudah aplikasi, maka ada tambahan relay starter. Arus akan masuk lagi ke relay kedua yang terkoneksi dengan switch standar dan ECU.
Ketika standar terpasang, maka arus akan terputus. Dan arus dari relay akan mengalir ke ECU untuk memberikan informasi kalau standar terapasang. Akibatnya, ECU akan memutus listrik dan injeksi ke ruang bakar. Standar menyangga juga bisa dipantau melalui lampu indikator (Mal-Function Indicator Lamp) di panel spidometer melalui kedipan.

3. SENSOR KEMIRINGAN

Beberapa motor injeksi mengaplikasi perangkat sensor kemiringan. Hanya saja, sebutannya kadang berbeda di tiap pabrikan motor. Honda menyebutnya, Bank Angle Sensor. Tapi, Yamaha, juluki Lean Angle Sensor.
Ketika motor sentuh kemiringan 65º, maka sensor akan berikan informasi berupa sinyal elektrik ke ECU untuk mematikan kinerja fuel pump, injektor dan ignition coil. Dalam part sensor ini, terdapat IC, latch-up circuit dan pendulum. Ketika pendulum menutupi IC dan latch-up circuit, maka sensor akan mengirim sinyal ke ECU/ ECM buat memutus kinerja part diatas tadi.

4. REM PARKIR

Tentunya, fitur ini bermanfaat lebih ketika pengendara skubek berada di jalan posisi menanjak. Baik itu ketika berada di traffic light atau ketika parkir. Tak seperti motor yang aplikasi gigi transmisi, maka ketika parkir, motor tak bisa dimasukan gigi agar roda mengunci.
Maka itu, pabrikan melengkapi dengan fitur ini. Sehingga, motor tetap aman diparkir di kondisi jalan menanjak. Cara kerjanya, setelah tuas rem belakang ditarik, ada yang model tombol ditekan ke bawah atau pakai tuas tambahan.

5. JALU SETANG

Selain berfungsi buat meredam getaran berlebih di setang, jalu juga bisa berfungsi sebagai penahan motor ketika jatuh. Terutama di sisi bagian grip gas. Sehingga, grip gas tak langsung menekan aspal ketika terjatuh. Biasanya, jalu ini juga kerap diaplikasi oleh motor yang tak mengaplikasi bank angle/lean angle sensor.

Plus Minus Ban Motor Pakai Nitrogen

Pakai nitrogen sebagai pengganti angin ban, mungkin solusi baik agar ban lebih awet dan mendapat kenyamanan berkendara. Ada beberapa nilai plus penggunaan nitrogen. 


Antara lain bantingan suspensi jadi terasa lebih lembut dibandingkan jika diisi angin biasa. Hal ini karena gas nitrogen dapat menjaga elastisitas ban yang digunakan, sehingga kelenturan karet ban menjadi terjaga.Nitrogen dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik, membuat tekanan ban bertahan lebih lama.

Sedangkan kalau motor didiamkan beberapa saat, gas nitrogen akan lebih cepat terserap keluar karena pengaruh udara di luar yang lebih dingin dan efek grafitasi. Sehingga nitrogen terserap. Jadi ketika motor enggak dipakai beberapa hari,  tekanan ban akan menurun.

Dianjurkan kalau memakai nitrogen, agar awet ketika motor diparkir di rumah, sebaiknya diposisikan dengan standar tengah dan untuk bagian bawah ban diganjal triplek atau sobekan kardus. Agar tidak langsung berhubungan dengan lantai keramik. 

Buat yang baru sekali pakai nitrogen, lalu motornya didiamkan, tekanan akan lebih cepat berkurang. Sebaiknya, cek minimal 2 minggu sekali tekanan nitrogennya. Pada pengisian pertama, mungkin masih ada oksigen di dalam ban. Baru pada pengisian ke dua atau ketiga, nitrogen semua yang ada di dalam ban.

Mengenal Cara Kerja dan Problem Cuk pada Motor

Pada sepeda motor, cuk berfungsi untuk memperkaya campuran bahan bakar sehingga kendaraan lebih mudah dihidupkan terutama pada pagi hari atau pada saat mesin masih dingin.

Ada dua tipe cuk yang digunakan pada motor. Yaitu cuk yang bekerja dengan cara mengurangi udara yang masuk ke karburator dan cuk yang bekerja dengan cara menambah pasokan bahan bakar yang dialirkan ke ruang bakar. Tapi, pada prinsipnya semuanya untuk memperkaya campuran.

Model cuk yang mengurangi suplai udara, bekerja dengan menutup lubang venturi pada karburator. Tidak begitu mengalami masalah asalkan pegas pengembali bekerja dengan baik. Cuk macam ini kebanyakan dipakai di karburator Keihin.

Tapi, pada tipe cuk yang bekerja dengan cara menambah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar berbeda. Cuk model ini kebanyakan dipakai Mikuni. Seperti pada kebanyakan motor Suzuki dan Yamaha rawan terjadi kebocoran. Dan jika hal itu terjadi maka motor tidak akan bisa stasioner atau langsam. Juga yang pasti bahan bakar akan menjadi lebih boros.

Kebocoran bisa terjadi disebabkan karena pembongkaran dan pemasangan yang tidak rapat, sehingga memungkinkan udara bisa masuk. Untuk mengatasinya, kita bisa melapisinya dengan selotip.

Caranya cuk kita dilepas terlebih dahulu. Selanjutnya kita bersihkan. Berikutnya pada derat baut cuk berikan selotip dengan arah berlawanan dengan arah pengencangan. Tujuannya biar saat pemasangan cuk pada karburator bisa rapat dan tidak ada kebocoran.

Penggunaan solatip itu disamping mencegah udara masuk juga berfungsi mencegah air nyelonong jika karet yang menutupinya sudah rusak. Solatip macam ini banyak dijual di toko bangunan. Biasanya dipakai untuk pasang keran air.

Trik Ganti Gir Agar Performa Motor Meningkat

Untuk mengatur power mesin, paling mudah diatur lewat gir atau sproket rantai. Mau bertenaga di putaran mesin rendah atau rpm atas. Tidak perlu mekanik ahli untuk melakukannnya. Biker awam atau mekanik pinggir jalan pasti bisa.

Seperti biker yang tinggal di pinggir pantai dengan trek lurus yang datar dan panjang. Akan memilih setingan motornya agar mampu mencapai top speed tinggi. Supaya cepat sampai di tujuan.

Akan berbeda dengan pengendara yang tinggal di daerah pegunungan. Jalanan didominasi tanjakan. Butuh motor dengan seting mesin yang mudah melahap tanjakan yang curam.

Dua karakter alam yang berbeda itu butuh seting mesin yang berlainan. Dan yang paling mudah dilakukan lewat pemilihan gir. Tidak perlu obok-obok mesin, namun power mesin sudah bisa digapai.

Seperti pemilik yang tinggal di pegunungan misalnya supaya kuat diajak nanjak bisa diakali dengan mengganti gir belakang dengan ukuran lebih besar. Standarnya memiliki gir belakang 42 mata. Supaya tarikan lebih ringan dan kuat nanjak bisa aplikasi  yang 44 mata.

Begitupun sebaliknya,  jalanannya lurus dan datar, supaya top speed lebih dapat bisa aplikasi gir belakang  yang hanya 40 mata.

Dalam urusan gonta-ganti gir ini ada istilah dibuat ringan atau berat. Seperti aplikasi gir belakang besar dikatakan lebih ringan. Sedangkan pemakaian gir belakang kecil disebut dengan istilah dibuat berat. 

Berat atau ringan adalah reduksi atau hasil dari perbadingan atau pembagian. Jumlah mata gir belakang dibagi jumlah mata gir depan.

Sebagai contoh standar gir depan 14 dan gir belakang 42. Kemudian gir belakang diganti jadi 40 atau 44.

Yuk dihitung:
Gir standar 42 = 42/14 = 3,0
Gir belakang 40 = 40/14 = 2,86
Gir belakang 44 = 44/14 = 3,14

Dari situ ketahuan. Kalau gir mau dibuat ringan, aplikasi gir belakang besar. Hasil pembagiannya jadi besar. Sebaliknya jika gir mau dibuat lebih berat, hasil pembagiannya kecil. Cocok untuk mengejar top-speed.

Dalam pemilihan gir ringan dan berat sebenarnya bagi pemakai motor harian juga ada hubungan dengan pemakain roda. Misalnya pelek dan ban sudah aplikasi lebih besar yang menyebabkan akselerasi jadi berat, silakan pakai gir besar supaya tarikan ringan.

Namun dalam aplikasi atau pemilihan final gir juga perlu tahu beberapa hal. Seperti jumlah mata gir, posisi lubang baut di gir serta ukuran rantai yang digunakan. Misalnya gir untuk rantai 520 tidak bisa menggunakan rantai ukuran 415.

Tips Atasi Engkol Motor yang Tidak Mau Balik

Bagi sebagian orang mungkin pernah mengalami yang namanya menginjak kick starter (engkol) tapi setelah diinjak kick starter tidak balik lagi ke posisi semula dan malah diam di bawah. Kejadian ini biasanya sering terjadi pada sepeda motor yang umurnya lebih dari 3 tahun. 

Hal tersebut terjadi karena per pada starternya sudah kekurangan cairan pelumas sehingga saat diinjak pedalnya tidak bisa balik lagi ke atas dan harus kita naikkan sendiri.

Jika Anda mengalami hal tersebut tidak perlu beranggapan kalau bakal rusak parah. Jika kick starter diinjak tidak mau balik lagi ke posisi semula solusinya hanya mengoleskan pelumas ke bagian per starter.

Kasih pelumas atau gemuk saja lagi di per starternya. Itu terjadi biasanya karena gemuknya sudah mulai habis atau kering. 

Lain ceritanya dengan kick starter yang ngelos atau ngempos saat diijak. Sewaktu menghidupkan mesin kick starter sering ngelos itu disebabkan oleh klep dan ring seher yang sudah rusak.

Biasanya terjadi pada motor yang usianya diatas 3 tahun. Kita injak terus kick starternya tapi mesin tidak mau nyala. Itu biasanya di klep dan ring seher yang sudah rusak. Jika klep dan ring seher sudah mulai rusak tidak ada cara lain selain diganti baru.

Meski jaman sekarang semua motor sudah dilengkapi electric starter jangan melupakan kick starter. Sesekali harus tetap menggunakan kick starter agar gemuk atau pelumas tidak cepat kering.

Panduan Setting Motor Agar Tetap Fit Di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, konsumsi BBM motor kesayangan terasa lebih boros. Ditambah lagi, saat memanaskan mesin di pagi hari, sulit diajak langsam (stasioner) meski tuas choke sudah ditarik. Ada apa gerangan? Padahal rutin melakukan perawatan mesin.

Sangat mungkin setting mesin tak lagi sesuai sama suhu yang cenderung lebih dingin. Curah hujan tinggi bikin volume udara lebih padat dan suhu kerja mesin ideal sulit dicapai. Perlu dikalibrasi ulang untuk penyesuaian.

Beberapa bagian mesin yang selama ini perlu penyetelan seperti celah klep, celah busi, udara karburator hingga tekanan angin ban perlu diadjust untuk mengantisipasi suhu dingin dari biasanya. Makanya, pabrikan sengaja memberi rentang untuk setelan klep antara 0,04-0,08 mm. 

Pemilik motor sudah sepantasnya menyesuaikan setelan motor untuk efisiensi dan performa terbaik. Termasuk di dalamnya menentukan oktan bahan bakar yang ideal untuk aplikasi sehari-hari. Volume udara yang lebih padat, menuntut suplai bahan bakar yang lebih sedikit ketimbang saat cuaca panas. 

Ini karena proses combustion (pengabutan) bisa dilakukan dengan sempurna hanya dengan suplai bahan bakar yang lebih minim dan oktan lebih tinggi. Membuat bahan bakar menjadi ideal bisa dilakukan dengan banyak cara.

Langkah pertama, setel ulang kerenggangan pelatuk klep (celah klep). Bila selama ini disetel 0,04-0,06 mm, bisa dibuat lebih renggang. Semakin kecil bukaan klep, kian minim debit bensin yang masuk ruang bakar.

Celah busi juga bisa dibuat lebih rapat untuk menghasilkan api yang tetap tebal pada putaran atas. Selain dari torsi motor bertambah, pembakaran dengan volume udara yang lebih padat bisa lebih sempurna. Bila tadinya memakai setelan celah busi 0,75-0,80 mm, kini bisa dirapatkan dengan kerenggangan 0,60 mm.

Selanjutnya, setel ulang pengabutan dengan memutar baut setelan angin karburator. Biasanya, setelah melakukan beberapa penyesuaian di atas, setelan angin ikut berubah. Pastikan filter udara dan filter bensin dalam kondisi bersih untuk hasil penyetelan terbaik.

Cara Mudah Atasi Indikator Bensin yang Bermasalah

Seringkali para bikers ‘dikerjai’ indikator bensin yang bermasalah. Kondisi bensin di tangki sudah tak aktual alias bensin kosong, diinfokan penuh.

Perlu diketahui dulu cara kerja dari indikator bensin ini. Indikator bekerja berdasarkan variabel resitor yang ada di dalam tangki. Variabel resistor digerakkan pelampung yang mengikuti tinggi-rendah permukaan bensin di dalam tangki. 

Sebenarnya, indikator bensin digital atau yang model jarum, prinsip kerjanya sama. Kerusakan, biasanya pada kontak variabel resistornya yang ada di dalam tangki.

Variabel resistor jadi rawan rusak karena seringnya terjadi gesekan. Sehingga, disitu akan terjadi keausan. Selain itu variabel resistor akan rawan terhadap kotoran, karena jeleknya kualitas bahan bakar yang dipakai.

Langsung saja, inilah langkah mengatasi indikator bensin yang ngaco. Pertama, lepaskan variabel resistor indikator bensin yang ada di tangki. Caranya, lepaskan pelat pemegang unit variabel resistor indikator bensin dari tangki. 

Selanjutnya lepas juga konektor kabelnya. Jika punya multi-tester, bisa diketahui langsung keausannya dengan mengukur hambatan yang dihasilkan dari pergerakan pelampung.

Saat pelampung digerakkan ke atas, berarti posisi ini dimana bahan bakar yang ada di tangki penuh. Karena, hambatannya kecil. Begitupun saat digerakkan ke bawah, berarti posisi tangki kosong karena hambatannya besar.

Mengatasinya, bisa semprot kontak variabel resistor pakai cairan pembersih kerak. Sambil disemprotkan, gerakkan pelampung hingga kotoran yang menempel di kontak bisa terangkat dan lepas.

Jika kontak sudah melebar yang menyebabkan persinggungan sudah tidak sempurna, bisa sedikit menekan ke dalam lengan pelampung sehingga persinggungan kembali sempurna.

Deteksi Penyakit yang sering Hinggap di Karburator Motor

Seiring usia pakai, kondisi karburator enggak fit kerap terjadi. Namun kerusakannya ada yang bisa diperbaiki atau harus beli baru. Agar kondisinya tetap sempurna, mari ditelusuri apa penyakit yang kerap meradang di karbu.

Pertama, jika skep macet di badan karbu dan susah turun biasanya tekanan mur ke intake manifold terlalu kencang hingga rumah skep ketarik. Buat antisiapasi, coba pakai ampelas halus gosok sisi depan-belakang rumah skep sampai skep bisa naik- turun lancar. Tapi, kalau skep oblak biasanya langsam jadi tak stabil akibat ada udara palsu menyusup.

Begitupun jika lubang karbu yang ke intake melengkung, rpm pasti susah langsam karena terjadi kebocoran. Siasatinya, gunakan kikir datar dan ampelas untuk ratakan sisi yang tak lurus.

Nosel oblak berefek ke semburan bensin tak konstan dan rpm lambat naik. Karbu buatan Mikuni, silakan tebus nosel dan jarum skep anyar. Pemakai Keihin rada pusing karena komponen karbu orisinal tak dijual bebas. Pilihannya ganti karbu baru atau bisa pakai carburator repair kit non orisinal.

Jika bensin menetes kasusnya karena jarum pelampung nggak pas di dudukannya. Coba ganti jarum pelampung atau gunakan tips pakai bor 3 mm yang putar perlahan ke dasar dudukan jarum pelampung.

Trik Atasi Lampu Depan Motor yang Sering Mati

Belakangan ini semua motor wajib menyalakan lampu di siang hari. Itu sudah pasti lampu motor nyala terus siang dan malam. Pemilik motor mungkin sudah pernah mengalami kalau lampu depan motornya sering mati.

Lampu motor yang sering mati dalam jangka waktu yang tidak wajar itu diakibatkan oleh fitting yang sudah mulai rusak sehingga dapat mempengaruhi kinerja bohlam.

Fitting tersebut, diantara komponennya sudah ada yang mulai rusak atau meleleh sehingga bagian yang rusak atau meleleh tadi mempengaruhi ke bohlam dan bagian bohlam juga ada yang terkena lelehan dari salah satu bagian di fitting.

Kalau sudah seperti itu tidak bisa diakalin lagi, sebaiknya segera mengganti fitting tersebut dengan yang baru. Ingat kalau diganti juga usahakan yang orisinil jangan yang bajakan. Karena tetap tidak akan awet dan bohlam akan cepat putus. Beda harganya juga enggak jauh-jauh amat. 

Tips Agar Kompon Ban Motor Lebih Awet

Selain ditunjukan dari simbol segitiga di dinding ban, keausan kompon ban juga bisa dites secara mudah lewat tekanan kuku ke ban itu sendiri. Jika ditekan kuku tapi tidak lagi membekas, itu artinya kompon ban sudah mulai keras.

Maka itu, ada berbagai cara untuk menjaga daya tahan kompon ban ketika motor tak dipakai lama. Yaitu, dengan memberikan alas dari kayu ke permukaan ban agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai.

Sebab jika bersentuhan langsung, dikhawatirkan terjadi pengurangan kompon ban di satu sisi. Maklum, ketika bersentuhan dengan lantai, suhu lantai akan membuat perubahan di ban. Sehingga, terjadi perubahan struktur kompon.

Sama halnya jika kena efek sinar ultraviolet langsung. Maka di bagian yang tidak kena, suhu akan lain dengan permukaan ban yang tersinari.

Perhatikan Cuaca! Buat Penggemar Modifikasi Motor

Demi keselamatan, pengendara yang maniak modifikasi harus juga pintar baca iklim. Motor mau dipakai saat musim hujan atau kemarau. Dengan begitu, bisa menggunakan komponen part yang tepat. Karena, salah pemasangan variasi, bisa berbuntut celaka jika salah membaca musim.

Ban tapak kecil masih oke di musim kemarau, tapi sebaliknya hindari penggunaan karet bundar seperti itu di musim hujan. Karena, makin kecil tapak ban, makin kecil penampang ban yang menempel di aspal.

Saat musim hujan, ban tapak kecil ini, patternnya tidak efektif membuang air, sehingga ban seolah mengambang. Bahasa kerennya aqua planning. Bahasa awamnya, licin, bo. Sebaiknya gunakan ban tapak lebar di musim hujan.


Lalu lampu. Lampu HID mempunyai kelvin tinggi (6.000-15.000 Kelvin). Cahayanya putih dan kebiru-biruan hingga ungu. Untuk pemakaian musim kemarau, bohlam berkelvin tinggi masih oke. Tapi tidak dianjurkan di saat hujan seperti sekarang ini.

Cahaya putihnya akan bias ketemu air hujan. Otomatis, jarak pandang jadi pendek. Sehingga kita jadi kurang cermat mengetahui situasi lalu lintas di depan kita. Sebaliknya, Kelvin rendah dengan warna kuning efektif di musim hujan. Batok lampu model smoke pun malah oke di hujan.

Handgrip berbahan stainless atau alumimium pasti akan terlihat ciamik di musim kemarau. Aksen kromnya memberi nuansa kemewahan.

Tapi, jangan sesekali dipakai saat hujan. Pasti licin. Lha wong tanpa kena air aja handgrip model ini sudah dipastikan licin. Apalagi bila kena guyuran air dari langit.

Musim hujan begini, sebaiknya pilih handgrip variasi berbahan karet. Lebih keset di genggaman. Terlebih jika saat berkendara, sobat menggunakna sarung tangan. Sarung tangan yang rata-rata berbahan kulit, akan membuat genggaman makin merekat ketika bertemu handgrip karet.

Yuk Kenali Kapan Motor Perlu Di Tune Up

Sepeda motor yang setiap hari dipakai pasti mengalami pergeseran fungsi atau setelan berubah. Entah karena getaran atau karena mengalami keausan onderdil tertentu. Sehingga perlu disetel ulang/tune up untuk memulihkan kondisi tunggangan seperti semula. Biar enggak salah deteksi, berikut akan dibeberkan beberapa indikasi yang mesti diperhatikan. 

1. Sesuai standar pabrik 
Sesuai anjuran pabrikan, tiap 2.000 Km besutan harus tune up. Biar ditunggangi lebih enak dan nyaman. Lebih bagusnya tiap tune up sekalian ganti oli. 

2. Suara mesin kasar 
Mesin kasar biasanya berasal dari setelan klep yang sudah kendur, rantai keteng yang mulai aus dan kendur, serta oli mesin yang sudah jelek/terlalu encer. 

3. Motor tidak mau stasioner/langsam 
Ini terjadi akibat karburator kotor dan setelannya sudah berubah. Juga karena letikan busi yang sudah jelek. Meski setelan karburator bagus, tapi kalau businya jelek akibatnya stasioner juga tidak bagus. 

4. Mesin brebet saat putaran menengah dan putaran atas 
Ini juga akibat karburator kotor dan busi jelek 

5. Konsumsi BBM boros dan keluar asap hitam dari knalpot 
Lantaran filter udara kotor, mengakibatkan suplai udara ke ruang bakar tidak lancar. Akibatnya campuran udara dan bensin tidak tepat. Banyak bensin yang terbuang lewat knalpot dan berwarna hitam. 

6. Tarikan berat 
Setelan klep yang mulai agak rapat akibat memuai, ditarikan awal besutan lebih berat dan lambat, tapi putaran atas kencang. Kebalikannya, bila klep longgar/kendur, tarikan awal lebih enteng. Tapi di putaran atas terasa agak berat. 

7. Saat pagi susah hidup 
Ini akibat karburator kotor, busi kotor dan setelan klep berubah. 

8. Getaran mesin tinggi 
Ini disebabkan setelan karburator tidak pas atau terlalu besar, setelan klep tidak pas dan baut mounting mulai kendur. 

9. Oper gigi keras/susah 
Lantaran setelan kopling tidak pas/berubah, pengoperan gigi terasa lebih keras. Tarikan awal agak nahan. Pada putaran akak tinggi motor baru mau lari. 

Kenali Istilah-Istilah Pelumas Motor


Setidaknya puluhan merek oli yang hadir menyerbu pasar. Tidak sedikit dari bikers yang dibuat bingung dengan kehadiran pelumas itu. Produk seperti apakah yang kiranya pas dan sesuai dengan kebutuhan motor kesayangannya. Terutama, bagi mereka yang awam dengan spesifikasi pelumas. Maka itu, produsen pelumas yang baik selalu mencantumkan spesifikasi pelumas yang dimilikinya itu di kemasan.

Berikut istilah-istilah pelumas motor yang biasa tertera pada kemasannya:

API SERVICE
American Petroleum Institute merupakan kepanjangan dari API. Ini adalah satu satu badan standarisasi Amerika terhadap pelumas mesin. Untuk di Indonesia, standarisasi pelumas otomotif merujuk ke API atau proses standar ASTM (American Standard Technique Method). API sendiri memiliki tingkatan. Untuk tipe mesin bensin atau gasoline yaitu; SH, SJ, SL dan yang tertinggi SM. Sebenarnya kategori ini lebih ditentukan dari teknologi mesin itu sendiri.

MA ATAU MB
MA atau MB bagian standarisasi JASO khusus motor. JASO MA diperuntukkan bagi motor yang aplikasi kopling basah. Artinya, kopling ikut terendam oli. Misalnya, di motor tipe bebek atau sport. Sedang JASO MB buat motor kopling kering. Di motor ini, kopling tak terendam atau tak dibasahi oli. Misalnya, skubek alias matic. Jika spek MB dipakai di motor yang seharusnya pakai MA, maka bisa terjadi slip kopling. Itu karena dari aditif oli yang diusung.
   
OLI SOK dan OLI GIRBOK
Dalam perannya, oli sok diharuskan punya kualitas yang bagus. Sebab fungsinya tak kalah dengan pelumas mesin. Oli sok juga bisa alami panas. Itu karena kinerja sok sendiri yang terus memompa oli hingga tercipta panas. Maka, oli sok memiliki batasan normal kekentalan hingga 5 cSt (satuan viskositas) ketika dipakai hingga suhu sentuh 100º celcius. Terkadang, ada juga bikers yang tambahkan volume oli sok agar peran sok lebih keras dari seharusnya. Misal, harusnya 50 cc dibuat 65 cc.

Ketika memiliki motor matic, pastinya butuh pelumas tambahan untuk bagian girboks. Maka itu, produsen oli berlomba buat suguhkan pelumas girboks. Pelumas ini dirancang berbeda dengan pelumas mesin. Karena pada roda gigi matik, oli harus mempunyai aditif extreme presure sehingga tahan terhadap gesekan lebih. Sedang oli mesin, tidak semua pelumas memiliki aditif seperti ini. Toh, harga pelumas ini hanya berkisar Rp 10 – 20 ribuan.

FULL SYNTHETIC
Usah bingung oleh tulisan di kemasan pelumas, karena tertera Full Synthetic. Ini adalah jenis dari oli. Proses pembuatannya, oli ini lebih sempurna. Dengan menggunakan jenis base oil (bahan dasar oli) yang terbaik, oli ini akan tahan terhadap oksidasi dan temperatur lebih baik. Ini akan memberikan performa lebih untuk pengendaranya. Dengan tak cepat menguap dan tahan oksidasi, tak jarang oli buat kebutuhan balap banyak yang aplikasi full synthetic. Tentunya, dengan tambahan aditif lagi!

JASO
Ketika melihat tulisan JASO di kemasan jangan bingung. Karena sebenarnya JASO adalah singkatan dari Japanese Automobile Standard Organization. Ini adalah suatu badan yang menstandarisasi kinerja dari kopling alias clutch. Nantinya, badan ini yang menentukan atau mengeluarkan standarisasi bagi pelumas. Apakah masuk kategori MA atau MB

SAE
SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineering. Arti lain, SAE mewakili dari kekentalan pelumas yang ditawarkan. Misalnya jika di kemasan tertulis 10W-40. W, berarti Winter. Sedang 10, mewakili kekentalan oli (SAE) ketika suhu dingin sebelum mesin dihidupkan. Sedangkan 40 wakili kekentalan oli ketika engine berada di suhu yang tinggi. Makin rendah angka, pelumas makin encer.

SEMI SYNTHETIC
Semi sintetik atau Semy Synthetic artinya percampuran jenis base oil (bahan dasar oli) sehingga menjadikan pelumas itu menjadi semi sintetik. Maklum saja, harga pelumas sintetik bisa dua hingga tiga kali lipat dari pelumas biasa. Maka itu, tak sedikit produsen yang menawarkan semi sintetik sehingga harga lebih terjangkau. Bisa dikatakan kualitas oli ini sedikit lebih baik dari oli mineral.

MINERAL
Selain semi sintetik dan full sintetik, tersedia juga oli mineral. Oli ini diproduksi dengan menggunakan bahan dasar alias base oli yang mendasar. Harganya yang rendah ketimbang dua tipe pelumas yang disebut tadi. Tetapi, kekurangannya partikel tidak sejenis dan oli menjadi cepat panas. Selain itu, oli mineral mudah teroksidasi. Maka itu, pemakaian oli ini tidak bisa terlalu lama.

Kenali Resiko Motor Sport Injeksi Jika Terjang Banjir


Sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.

Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang.

Resiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.

Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti.

Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.

Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.

Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya.

Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.

Gunakan Cara Ini Untuk Cek Keausan Piston dan Ring Piston

Untuk mengetahui keausan piston atau ring piston, bisa dipantau dari dua cara. Yang pertama, dari kompresi ruang bakar. Kedua, dilihat dari adanya asap putih yang keluar dari saluran buang alias knalpot. Tapi, itu jika sudah parah keausannya.

Tapi, kalau belum parah sobat kudu gunakan metode yang pertama. Tentunya, dibantu dengan alat khusus buat ukur kompresi. Yaitu, compression tester. Selain itu, juga butuh pelumas alias oli mesin.

Jika compression tester sudah siap, lanjutkan dengan sediakan oli mesin. Tak perlu banyak, tapi cukup setengah sendok makan saja.

Kini, ukur lebih dulu kompresi awal mesin pakai compression tester. Nantinya, angka ini menjadi patokan buat melihat terjadinya keausan atau tidak. Setelah diukur, misalnya kompresi mesin menunjukan angka 16 psi.

Sekarang lanjut lagi ke langkah berikutnya. Masukan oli yang sudah disiapkan tadi melalui derat lubang busi di kepala silinder.

Ingat lho, tak perlu banyak-banyak. Karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.

Setelah oli dimasukkan, kini ukur kembali kompresi pakai compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.

Jika angka dari compression tester beranjak naik, itu artinya ada keausan di ring piston. Sebaiknya ganti dengan ring baru.

Lakukan Ini Jika Motor Kena Banjir

-->
Banjir merepotkan banyak orang, termasuk pengendara sepeda motor. Kebetulan saat ini terjadi banjir di banyak tempat. Nah, bagaimana bila Anda menghadapi situasi tersebut saat mengendarai sepeda motor? Tiba-tiba mesin mati dan apa yang perlu dilakukan? Apabila mesin mati saat menerjang banjir, jangan langsung dihidupkan lagi. Pasalnya, kemungkinan air bisa jadi sudah menyusup ke dalam mesin. Akibatnya sangat beragam, namun yang pasti mesin jadi rusak.

Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol. Pasalnya, terjadi gejala yang disebut "pukulan air". Orang tertentu lebih suka menyebutnya dengan bahasa Inggiris: water hammer. Sifat air sangat berbeda dengan campuran udara dan bensin yang diisap oleh mesin. Air tidak bisa dimampatkan. Saat mendapat tekanan dari piston, air menerjang bagian bagian lainnya dari mesin. Bahkan bisa membuat setang piston bengkok. Kalu sudah begini, dinding silinder juga "dihajar".

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ”menyembuhkan” mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir.

1. Buka karburator (jika masih menggunakan sistem pengabut ini). Keluarkan semua cairan di dalamnya belum cukup dengan melepas mur tempat pembuangan bensin. Untuk sepeda motor injeksi, bagian yang rawan air adalah sambungan kabel dan komputer atau ECU (sudah dilapisi bahan anti resapan air). ”Soket penghubung kabel sudah diberi insulator. Karena itu, genangan air bukan masalah bagi sepeda motor bermesin injeksi.” beber Ajang.
2. Buka mesin, mulai bak oli (crank ase), kopling dan blok silinder. Rendam dengan bensin dan keringkan.
3. Untuk skutik, dipastikan komponen di balik  bak CVT tidak kena air. Buang airnya melalui selang pembuangan (berada di bawah bak CVT).
4. Buang oli mesin, ganti dengan yang baru!
-->
5. Buka semua sistem kelistrikan, seperti kabel, spul, rumah lampu dan lain. Keringkan untuk mencegah hubungan pendek.
6. Kalau sudah terpasang dengan baik dan rapi, barulah mesin dihidupkan kembali!