Showing posts with label kursus montir. Show all posts
Showing posts with label kursus montir. Show all posts

Trik Memilih Karburator Seken buat Motor

Jika ragu dengan kualitas karburator variasi dan mahalnya karburator asli, bisa kok pilih alternatif lain dengan beli karburator seken atau copotan. Berikut tips pilih karburator seken:

CEK JARUM BERIKUT SKEP

Tengok bagian dalam. Disini yang perlu diperhatikan kondisi piston dan jarum skep. Bila sudah baret, bisa memicu naik-turunnya skep enggak lancar.

Juga cek kelurusan jarum skep. Sebab jarum skep berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor di gas dan besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep ini.

Kondisi jarum pelampung rusak bisa bikin karburator sering banjir. Sebab jarum pelampung berfungsi mengatur masuknya bensin dari tangki ke mangkuk karbu.

Juga Pastikan kondisi pelampung. Pelampung punya tugas mendongkrak posisi jarum agar rapat menutup lubang. Aliran bensin dari tangki pun dibendung.

Agar tidak salah beli, lihat keduanya. Bisa dicek kondisinya dengan cara meniup lubang aliran bensin dan ditahan jarum dengan cara mengangkat pelampungya. Kalau angin tembus, bensin pun bocor.

FISIK KARBURATOR

Pastikan fungsi dan kondisi fisik karburator dengan cara mengcek ulir setelan gas dan angin agar motor bisa langsam. Juga sekrup trhottle screw yang berfungsi menyetel posisi skep.

Cek lubang venturi, hindari membeli yang sudah direamer. Pastikan juga baut mangkuk karbu dan keran bensin, apakah masih bagus. 

Lubang pilot dan main-jet harus berfungsi normal dan ulirnya masih bagus. Sebab jika ulirnya dol, main-jet dan slow jet tidak bisa dipasang. Jika spuyer dimasukkan ke rumahnya terasa longgar, berarti kondisinya sudah tidak bagus.

KARBURATOR KW2

Karbu KW2 sebutan karburator non orisinaldan kerap dijajakan dengan harga miring. Mutunya paling rendah dan jika diaplikasikan ke motor pasti aneh juga susah diseting.

Untuk mengenali ciri karburator ini, biasanya bahannya lebih enteng, gak ada part number dan lebih terang.

Tips Atasi Engkol Motor yang Tidak Mau Balik

Bagi sebagian orang mungkin pernah mengalami yang namanya menginjak kick starter (engkol) tapi setelah diinjak kick starter tidak balik lagi ke posisi semula dan malah diam di bawah. Kejadian ini biasanya sering terjadi pada sepeda motor yang umurnya lebih dari 3 tahun. 

Hal tersebut terjadi karena per pada starternya sudah kekurangan cairan pelumas sehingga saat diinjak pedalnya tidak bisa balik lagi ke atas dan harus kita naikkan sendiri.

Jika Anda mengalami hal tersebut tidak perlu beranggapan kalau bakal rusak parah. Jika kick starter diinjak tidak mau balik lagi ke posisi semula solusinya hanya mengoleskan pelumas ke bagian per starter.

Kasih pelumas atau gemuk saja lagi di per starternya. Itu terjadi biasanya karena gemuknya sudah mulai habis atau kering. 

Lain ceritanya dengan kick starter yang ngelos atau ngempos saat diijak. Sewaktu menghidupkan mesin kick starter sering ngelos itu disebabkan oleh klep dan ring seher yang sudah rusak.

Biasanya terjadi pada motor yang usianya diatas 3 tahun. Kita injak terus kick starternya tapi mesin tidak mau nyala. Itu biasanya di klep dan ring seher yang sudah rusak. Jika klep dan ring seher sudah mulai rusak tidak ada cara lain selain diganti baru.

Meski jaman sekarang semua motor sudah dilengkapi electric starter jangan melupakan kick starter. Sesekali harus tetap menggunakan kick starter agar gemuk atau pelumas tidak cepat kering.

Deteksi Penyakit yang sering Hinggap di Karburator Motor

Seiring usia pakai, kondisi karburator enggak fit kerap terjadi. Namun kerusakannya ada yang bisa diperbaiki atau harus beli baru. Agar kondisinya tetap sempurna, mari ditelusuri apa penyakit yang kerap meradang di karbu.

Pertama, jika skep macet di badan karbu dan susah turun biasanya tekanan mur ke intake manifold terlalu kencang hingga rumah skep ketarik. Buat antisiapasi, coba pakai ampelas halus gosok sisi depan-belakang rumah skep sampai skep bisa naik- turun lancar. Tapi, kalau skep oblak biasanya langsam jadi tak stabil akibat ada udara palsu menyusup.

Begitupun jika lubang karbu yang ke intake melengkung, rpm pasti susah langsam karena terjadi kebocoran. Siasatinya, gunakan kikir datar dan ampelas untuk ratakan sisi yang tak lurus.

Nosel oblak berefek ke semburan bensin tak konstan dan rpm lambat naik. Karbu buatan Mikuni, silakan tebus nosel dan jarum skep anyar. Pemakai Keihin rada pusing karena komponen karbu orisinal tak dijual bebas. Pilihannya ganti karbu baru atau bisa pakai carburator repair kit non orisinal.

Jika bensin menetes kasusnya karena jarum pelampung nggak pas di dudukannya. Coba ganti jarum pelampung atau gunakan tips pakai bor 3 mm yang putar perlahan ke dasar dudukan jarum pelampung.

Perhatikan Cuaca! Buat Penggemar Modifikasi Motor

Demi keselamatan, pengendara yang maniak modifikasi harus juga pintar baca iklim. Motor mau dipakai saat musim hujan atau kemarau. Dengan begitu, bisa menggunakan komponen part yang tepat. Karena, salah pemasangan variasi, bisa berbuntut celaka jika salah membaca musim.

Ban tapak kecil masih oke di musim kemarau, tapi sebaliknya hindari penggunaan karet bundar seperti itu di musim hujan. Karena, makin kecil tapak ban, makin kecil penampang ban yang menempel di aspal.

Saat musim hujan, ban tapak kecil ini, patternnya tidak efektif membuang air, sehingga ban seolah mengambang. Bahasa kerennya aqua planning. Bahasa awamnya, licin, bo. Sebaiknya gunakan ban tapak lebar di musim hujan.


Lalu lampu. Lampu HID mempunyai kelvin tinggi (6.000-15.000 Kelvin). Cahayanya putih dan kebiru-biruan hingga ungu. Untuk pemakaian musim kemarau, bohlam berkelvin tinggi masih oke. Tapi tidak dianjurkan di saat hujan seperti sekarang ini.

Cahaya putihnya akan bias ketemu air hujan. Otomatis, jarak pandang jadi pendek. Sehingga kita jadi kurang cermat mengetahui situasi lalu lintas di depan kita. Sebaliknya, Kelvin rendah dengan warna kuning efektif di musim hujan. Batok lampu model smoke pun malah oke di hujan.

Handgrip berbahan stainless atau alumimium pasti akan terlihat ciamik di musim kemarau. Aksen kromnya memberi nuansa kemewahan.

Tapi, jangan sesekali dipakai saat hujan. Pasti licin. Lha wong tanpa kena air aja handgrip model ini sudah dipastikan licin. Apalagi bila kena guyuran air dari langit.

Musim hujan begini, sebaiknya pilih handgrip variasi berbahan karet. Lebih keset di genggaman. Terlebih jika saat berkendara, sobat menggunakna sarung tangan. Sarung tangan yang rata-rata berbahan kulit, akan membuat genggaman makin merekat ketika bertemu handgrip karet.

Kenali Istilah-Istilah Pelumas Motor


Setidaknya puluhan merek oli yang hadir menyerbu pasar. Tidak sedikit dari bikers yang dibuat bingung dengan kehadiran pelumas itu. Produk seperti apakah yang kiranya pas dan sesuai dengan kebutuhan motor kesayangannya. Terutama, bagi mereka yang awam dengan spesifikasi pelumas. Maka itu, produsen pelumas yang baik selalu mencantumkan spesifikasi pelumas yang dimilikinya itu di kemasan.

Berikut istilah-istilah pelumas motor yang biasa tertera pada kemasannya:

API SERVICE
American Petroleum Institute merupakan kepanjangan dari API. Ini adalah satu satu badan standarisasi Amerika terhadap pelumas mesin. Untuk di Indonesia, standarisasi pelumas otomotif merujuk ke API atau proses standar ASTM (American Standard Technique Method). API sendiri memiliki tingkatan. Untuk tipe mesin bensin atau gasoline yaitu; SH, SJ, SL dan yang tertinggi SM. Sebenarnya kategori ini lebih ditentukan dari teknologi mesin itu sendiri.

MA ATAU MB
MA atau MB bagian standarisasi JASO khusus motor. JASO MA diperuntukkan bagi motor yang aplikasi kopling basah. Artinya, kopling ikut terendam oli. Misalnya, di motor tipe bebek atau sport. Sedang JASO MB buat motor kopling kering. Di motor ini, kopling tak terendam atau tak dibasahi oli. Misalnya, skubek alias matic. Jika spek MB dipakai di motor yang seharusnya pakai MA, maka bisa terjadi slip kopling. Itu karena dari aditif oli yang diusung.
   
OLI SOK dan OLI GIRBOK
Dalam perannya, oli sok diharuskan punya kualitas yang bagus. Sebab fungsinya tak kalah dengan pelumas mesin. Oli sok juga bisa alami panas. Itu karena kinerja sok sendiri yang terus memompa oli hingga tercipta panas. Maka, oli sok memiliki batasan normal kekentalan hingga 5 cSt (satuan viskositas) ketika dipakai hingga suhu sentuh 100ยบ celcius. Terkadang, ada juga bikers yang tambahkan volume oli sok agar peran sok lebih keras dari seharusnya. Misal, harusnya 50 cc dibuat 65 cc.

Ketika memiliki motor matic, pastinya butuh pelumas tambahan untuk bagian girboks. Maka itu, produsen oli berlomba buat suguhkan pelumas girboks. Pelumas ini dirancang berbeda dengan pelumas mesin. Karena pada roda gigi matik, oli harus mempunyai aditif extreme presure sehingga tahan terhadap gesekan lebih. Sedang oli mesin, tidak semua pelumas memiliki aditif seperti ini. Toh, harga pelumas ini hanya berkisar Rp 10 – 20 ribuan.

FULL SYNTHETIC
Usah bingung oleh tulisan di kemasan pelumas, karena tertera Full Synthetic. Ini adalah jenis dari oli. Proses pembuatannya, oli ini lebih sempurna. Dengan menggunakan jenis base oil (bahan dasar oli) yang terbaik, oli ini akan tahan terhadap oksidasi dan temperatur lebih baik. Ini akan memberikan performa lebih untuk pengendaranya. Dengan tak cepat menguap dan tahan oksidasi, tak jarang oli buat kebutuhan balap banyak yang aplikasi full synthetic. Tentunya, dengan tambahan aditif lagi!

JASO
Ketika melihat tulisan JASO di kemasan jangan bingung. Karena sebenarnya JASO adalah singkatan dari Japanese Automobile Standard Organization. Ini adalah suatu badan yang menstandarisasi kinerja dari kopling alias clutch. Nantinya, badan ini yang menentukan atau mengeluarkan standarisasi bagi pelumas. Apakah masuk kategori MA atau MB

SAE
SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineering. Arti lain, SAE mewakili dari kekentalan pelumas yang ditawarkan. Misalnya jika di kemasan tertulis 10W-40. W, berarti Winter. Sedang 10, mewakili kekentalan oli (SAE) ketika suhu dingin sebelum mesin dihidupkan. Sedangkan 40 wakili kekentalan oli ketika engine berada di suhu yang tinggi. Makin rendah angka, pelumas makin encer.

SEMI SYNTHETIC
Semi sintetik atau Semy Synthetic artinya percampuran jenis base oil (bahan dasar oli) sehingga menjadikan pelumas itu menjadi semi sintetik. Maklum saja, harga pelumas sintetik bisa dua hingga tiga kali lipat dari pelumas biasa. Maka itu, tak sedikit produsen yang menawarkan semi sintetik sehingga harga lebih terjangkau. Bisa dikatakan kualitas oli ini sedikit lebih baik dari oli mineral.

MINERAL
Selain semi sintetik dan full sintetik, tersedia juga oli mineral. Oli ini diproduksi dengan menggunakan bahan dasar alias base oli yang mendasar. Harganya yang rendah ketimbang dua tipe pelumas yang disebut tadi. Tetapi, kekurangannya partikel tidak sejenis dan oli menjadi cepat panas. Selain itu, oli mineral mudah teroksidasi. Maka itu, pemakaian oli ini tidak bisa terlalu lama.

Kenali Resiko Motor Sport Injeksi Jika Terjang Banjir


Sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.

Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang.

Resiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.

Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti.

Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.

Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.

Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya.

Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.

Tips Cara Kenali Aki Rusak

Ada beberapa cara untuk mendeteksi aki mulai rusak. Caranya gampang, simak artikel berikut ini:

RABA PERMUKAAN DEPAN

Biasanya aki yang sudah mulai rusak, akan menggembung. Cara mengeceknya hanya diraba langsung menggunakan tangan. Permukaan atau casing aki akan terasa menonjol. Jika sudah parah, dengan melihat saja sudah ketara.

Ini biasanya disebabkan karena panas yang disebabkan oleh elektrolit yang ada di dalam aki. Part ini berbentuk ciran sehingga bila panas pasti akan berubah menjadi uap bertekanan sehingga menekan dinding aki.

Ibaratnya seperti di baterai handphone. Jika kondisinya sudah mulai menggembung, pasti daya tahan setelah pengecasan akan cepat habis. Begitu pula pada aki motor.


PAKAI VOLT METER
Cara yang paling akurat adalah menggunakan tester volt meter. Dengan menggunakan volt meter, kita bisa meninjau, voltase yang ada pada aki.

Lakukan pengecekan ini setelah aki selesai dicharge, ukur berapa volt yang didapat. Voltase standar aki motor adalah 12,4 volt. Jika sudah, pasangkan aki ke motor. Putar kunci kontak ke posisi ON sekitar 2 detik setelah itu matikan.

Cabut kembali aki dan cek menggunakan volt meter. Bila tegangan yang terjadi kurang dari 12,4 volt, maka aki sudah mulai drop dan harus segera diganti.

KORSLETING
Cara korsleting ini memang sering dilakukan untuk melakukan tes tegangan aki. Caranya, menghubungkan langsung kutub positif dan negatif diadukan agar terlihat percikan api. Dengan begitu besar atau kecilnya percikan api yang terjadi, bisa menentukan tegangan yang terjadi.

Tapi ini enggak pernah diajurkan oleh semua pabrikan. Memang dari percikan api konsleting kita biasanya bisa menerka tegangan yang terjadi. Tapi Jangan melakukan cara seperti ini, soalnya malah bisa merusak cell di aki.


BACA SPIDOMETER
Bila aki sudah mulai melemah, kita bisa langsung membacanya pada spidometer. Caranya konci kontak di-ON-kan. Lalu nyalakan sein kiri atau kanan. Bila spidometer ikut berkedip lemah, itu menandakan tegangan aki sudah tidak stabil lagi.

Motor Injeksi vs Motor Karburator

-->
Buat sebagian orang, tren motor bersistem injeksi justru menakutkan. Alasannya, perawatannya susah dan spare part mahal. Padahal, kalau tahu, sistem injeksi justru lebih mudah dan efisien. Baik biaya maupun belanja bensin. Satu lagi, sistem injeksi ini bikin langit biru karena emisi gas buang lebih baik ketimbang karburator

Mesin bisa menyala, tergantung pembakaran. Pembakaran di mesin memerlukan suplai bahan bakar dan udara yang berasal dari karbu atau injeksi.

Pada injeksi, menggunakan peranti elektronik. Semprotan bensin disesuaikan dengan udara yang masuk benar-benar ditakar presisi. Supaya tidak meninggalkan karbon dan tidak mencemari lingkungan. Hasilnya bensin jadi irit karena pembakaran sempurna menghasilkan ledakan besar.

Debit bahan bakar dan udara yang disemprotkan ke ruang bakar lebih akurat. Karena dikontrol ECU atau Engine Control Unit. Di dalamnya berisi sensor putaran mesin (Throttle Position Sensor), sensor udara (Intake Air Temperature), sensor suhu mesin dan pendinginanan (engine oil dan coolant temperature) dan banyak sensor lainnya.

ECU inilah yang mengontrol komposisi antara bbm-udara mendekati 15 : 1. Perbandingan angka tersebut adalah perbandingan paling ideal untuk membuat mesin motor tak hanya efisien, tapi juga bertenaga.

Begitupun saat menghidupkan motor pagi hari. Langsung jreeng. Karena sistem injeksi sudah dilengkapi sensor suhu mesin dan suhu udara sekitar. Sehingga ECU akan mengirimkan data ke injektor untuk menambahkan debit bahan bakar. Orang awam bilang, melakukan choke otomatis.

Perawatannya pun mudah. Setiap servis, tak perlu bongkar injektor. Karena semua disetel melalui komputer. lebih cepat, dan efisien dari sisi waktu.

Saat ini , baik Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki sudah membekali bengkel resminya dengan perangkat perawatan injektor. Nah, sekarang bandingkan dengan sistem karburator yang masih mengandalkan kevakuman saja.
-->
Jadi, volume bensin, tergantung dari pergerakan piston. Setingan bensin dan udara ke ruang bakar juga ditentukan oleh diameter moncong karburator, pilot & main jet, serta baut setelan angin dan bensin.

Karena dilakukan manual, kerap terjadinya setingan tidak pas. Inilah yang menyebabkan motor jadi boros bahan bakar. Bila terlalu irit, malah tidak bisa dipacu dan susah hidup di pagi hari.

Dari segi komponen juga memang lebih banyak injeksi. Tapi, rusaknya sangat lama. Sehingga ongkos perawatan tidak jauh beda dengan sistem karburator. Apalagi arahnya nanti semua motor pakai injeksi.

Gunakan Cara Ini Untuk Cek Keausan Piston dan Ring Piston

Untuk mengetahui keausan piston atau ring piston, bisa dipantau dari dua cara. Yang pertama, dari kompresi ruang bakar. Kedua, dilihat dari adanya asap putih yang keluar dari saluran buang alias knalpot. Tapi, itu jika sudah parah keausannya.

Tapi, kalau belum parah sobat kudu gunakan metode yang pertama. Tentunya, dibantu dengan alat khusus buat ukur kompresi. Yaitu, compression tester. Selain itu, juga butuh pelumas alias oli mesin.

Jika compression tester sudah siap, lanjutkan dengan sediakan oli mesin. Tak perlu banyak, tapi cukup setengah sendok makan saja.

Kini, ukur lebih dulu kompresi awal mesin pakai compression tester. Nantinya, angka ini menjadi patokan buat melihat terjadinya keausan atau tidak. Setelah diukur, misalnya kompresi mesin menunjukan angka 16 psi.

Sekarang lanjut lagi ke langkah berikutnya. Masukan oli yang sudah disiapkan tadi melalui derat lubang busi di kepala silinder.

Ingat lho, tak perlu banyak-banyak. Karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.

Setelah oli dimasukkan, kini ukur kembali kompresi pakai compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.

Jika angka dari compression tester beranjak naik, itu artinya ada keausan di ring piston. Sebaiknya ganti dengan ring baru.

Komparasi Teknologi: CB150R vs New V-Ixion

Teknologi Mesin

Mesin CB150R menggunakan platform dari CBR150R. Mesin ini mengusung teknologi kepala silinder DOHC (double overhead camshaft) dengan 4 klep. Ada dua camshaft atau noken as atau kem. Tiap noken as memiliki dua bumbungan yang masing-masing langsung terhubung ke batang klep. Satu noken as bertugas membuka-tutup dua klep masuk dan noken as yang lainnya lagi membuka-tutup dua klep buang. 

Sedang New V-Ixion masih menggunakan mesin lamanya, SOHC (single overhead camshaft) 4 klep. Hanya memiliki satu noken as dengan dua bumbungan untuk mengatur buka-tutup dua klep masuk dan dua klep buang. Karena tiap bumbungan bertugas menggerakan dua noken as sekaligus, maka masih memerlukan rocker arm atau lengan penghubung antara noken as dengan batang klep.

Keunggulan DOHC yang paling mendasar adalah memiliki komponen yang bergerak lebih sedikit ketimbang SOHC yang masih membutuhkan rocker arm. Selain itu tidak perlu lagi setelan kerenggangan klep, fungsi pada DOHC sudah digantikan oleh shim yang membuatnya lebih minim perawatan. Tapi secara performa, keduanya hampir sama. 

Kedua motor ini sama-sama memiliki 4 klep dan telah dilengkapi dengan pendingin air atau radiator. Sedang untuk transmisinya, Honda lebih unggul secara jumlah dengan 6 speed. Sedang New V-Ixion hanya 5 speed.

Teknologi Injeksi

Sensor-sensor yang dulu ada pada sistem injeksi V-Ixion lama tetap dipertahankan di New V-Ixion, yaitu Sensor Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor (IAPS), Intake Air Temperature Sensor (IATS), Crankshaft Position Sensor (CPS) dan Coolant Temperature Sensor (CTP). Tapi kini ditambah O2 sensor.

Sensor oksigen ini hadir untuk memberikan feedback alias umpan balik kepada Electronic Control Unit (ECU) mengenai hasil pembakaran. Ketika gas buang terdeteksi terlalu kaya atau terlalu miskin, maka secara otomatis suplai bahan bakar akan disesuaikan. Hasilnya pembakaran lebih sempurna dan emisi lebih rendah.

Pada CB150R tidak dilengkapi sensor O2. Tapi jangan khawatir soal emisi, Honda telah membekali CB150R dengan Secondary Air Suplai System (SASS) agar tetap lolos regulasi Euro 2. SASS ini bekerja dengan cara menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun akan berubah menjadi CO2 dan O2. 

Tapi untuk sensor lain, CB150R masih lengkap dengan Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT). Selain itu sensor seperti Engine Coolant Temperature (ECT) dan Crank Position Sensor (CKP) juga tetap ada.

Fitur lain yang membedakan adalah, CB150R kembali mengadopsi sistem penyetelan stasioner model manual dengan sebuah sekrup. Sedang V-Ixion dilengkapi dengan Fast Idle Solenoid (FID) yang mengatur stasioner secara otomatis.


Kedua motor ini juga sama-sama memiliki sensor untuk mematikan sistem injeksi secara otomatis ketika terjatuh. Honda tetap memiliki Bank Angle Sensor (BAS), sedang Yamaha juga setia dengan Lean Angle Sensor (LAS).

Di CB150R juga terpasang capasitor bank. Tujuannya jika aki soak, pacuan yang aplikasi sistem bahan bakar injeksi itu bisa tetap berfungsi. Listrik cadangan yang tersimpan di kapasitor bank bisa memberikan pasokan listrik ke sistem injeksi. Part ini juga berfungsi stabilkan arus listrik agar main di 12–14 volt.

Sedang pada New V-Ixion tidak ada komponen seperti itu. Tapi Yamaha menyediakan lampu indikator yang akan menginformasikan kondisi aki. Ketika aki soak lampu akan menyala. Sehingga sebelum kejadian motor mogok karena sistem injeksi tidak bekerja gara-gara aki mati, pemilik motor sudah bisa melakukan pengecekan. 

Tips Servis Ringan Karburator Motor

Bersihkan karburator termasuk rangkaian servis ringan sepeda motor. Namun beberapa mekanik bilang, komponen vital ini tak harus dibongkar. Selain karena masalah ini, servis karbu cukup setel setingan anginnya. Kecuali jika masalahnya sudah berat dan sudah lama tidak dibongkar.

Kenapa bisa seperti itu, sering bongkar karbu bisa bikin derat baut-baut rusak bahkan dol. Selain itu, karet sil jadi cepat longgar. Jika ada kejadian parah, seperti kemasukan kotoran debu atau air, seting karbu itu enggak cepat berubah. Kecuali jika diutak-atik sembarangan.

Nah, biar perawatan karbu mudah, murah dan prosesnya enggak makan waktu dan tenaga, berikut ini langkah-langkahnya. Apalagi kalau bisa dikerjakan sendiri.

Pertama, kalau masih pakai filter bensin antara tangki dengan karbu rajinlah untuk pengecekan. Jika kotor, bersihkan atau ganti. Lalu tanpa filter bensin, rajin buang bensin di mangkuk karbu dua atau 3 minggu sekali. Atau tiap isi bensin penuh. Caranya, tinggal kendurkan baut pembuangan di mangkuk.

Langkah kedua, bersihkan saluran udara di congor karbu dengan cairan pembersih. Caranya dengan melepas karet penyambung karbu dengan box filter, lalu semprot semua lubangnya sambil hidupkan mesin. Dijamin semua kotoran akan hilang dari filter udara.