Tips Ringan Ganti Oli Mesin

Ganti oli adalah salah satu perlakuan yang sering dianggap sepele. Meski bisa dilakukan sendiri, tapi jangan asal. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mengganti oli motor.

Yang pertama adalah membuka baut pembuangan oli pada saat kondisi mesin masih panas. Sebaiknya, mesin dibiarkan menjadi dingin terlebih dahulu. Tujuannya agar saat membuka baut oli tidak slek. 

Tujuan lainnya, supaya oli lebih banyak turun ke bagian crankcase. Ketika oli sudah turun, harapannya mampu mengurangi jumlah oli kotor yang tertinggal di dalam mesin.

Ketika hendak menutup kembali baut olinya pun harus hati-hati. Jangan sampai ring tembaga atau ring almunium tertinggal. Kalau sampai tertinggal bukan tidak mungkin akan terjadi kebocoran oli mesin.

Serta berhati-hati pada saat memasang baut oli jangan sampai miring. Pakai tangan dulu sampai baut oli sulit untuk diputar, lalu lanjut dengan menggunakan kunci. Kalau sampai slek bisa repot, harus turun mesin buat membuat drat baru.

Nah setelah baut oli terpasang dan sudah dikencangkan, tinggal tuang oli baru ke dalam mesin. Ingat takarannya harus sama dengan yang tertera pada bak kopling. 

Tips Bikin Terang Lampu Depan Motor Bebek & Matik

Bikin lampu utama tambah terang memang bisa dengan banyak cara. Mulai dari menjaga kualitas reflektor dan mika lampu, tetap pakai bohlam asli hingga mendongkrak cahaya dengan aplikasi HID.

Salah satu cara bikin lampu utama tambah terang bisa dengan cara menurunkan spesifikasi bohlam pada lampu ganda. Untuk motor sistem kelistrikan lampu arus AC (bolak-balik), menurunkan ukuran watt bohlam yang bentuknya sama dengan asli bisa bikin cahaya tambah terang. 

Sebaliknya kelistrikan arus DC atau searah. Watt bohlam pakai lebih rendah, maka turun pula pencahayaanya.

Yang dimaksud kelistrikan AC seperti di motor bebek atau matic. Lampu utama baru menyala harus didahului mesin hidup. Sedangkan sistem DC seperti di Honda Tiger. Meski motor mati asal kunci dan sekalar ON, lampu akan menyala.

Ganti watt bohlam lebih kecil di motor kelistrikan AC bikin terang, karena arus listrik dari sepul yang dikeluarkan ke bohlam memang lebih besar. Tapi, besarnya dibatasi kiprok. Makanya bisa lebih terang jika watt turun tapi tidak sampai bikin putus bohlam.

Beda hal dengan motor kelistrikan DC. Semakin besar watt bohlam, makin terang cahayanya. Tapi, tentunya tergantung dari kemampuan aki tersebut di motor.

Makanya kalau lampu ganda mau tambah terang, pakai bohlam dengan watt lebih kecil. Misalnya jika awalnya 35W/12V bisa ganti jadi 25W/12V, atau dari 25W/12V pakai bohlam 18W/12V. Tapi, bentuk bohlam harus sama dan produk asli.

Di Negara Ini Motor Injeksi Dijauhi Konsumen

Teknologi injeksi pada motor di Indonesia kini semakin populer, tetapi di di India, teknologi tersebut ternyata ditinggalkan oleh masyarakat di sana.

Salah satu korban terbaru contohnya adalah Honda. Produsen motor asal Jepang tersebut terpaksa menghentikan salah satu varian CBF Stunner 125 PGM-FI karena rendahnya permintaan konsumen atas motor injeksi PGM-FI tersebut di India.

Padahal awal peluncuran motor tersebut pada 2009, Honda meyakini penjualan motor Honda bisa naik lantaran teknologi mutakhir itu.

Namun fakta di lapangan berbeda. Konsumen malah tidak tertarik membeli motor tersebut karena menilai tidak banyak perbedaan antara versi karburator dan injeksi dalam hal konsumsi BBM.

Masyarakat India merasa rugi karena harus membayar lebih mahal akibat tambahan teknologi FI khas Honda tersebut. Padahal dari aspek tenaga dan performa tidak ada perbedaan.

Bukan hanya Honda yang menghilangkan varian injeksi dari motornya, Bajaj juga menghapus injeksi dari varian Pulsar 220 DTS-Fi, sementara TVS menghilangkan injeksi di Apache RTR 160 FI.

Panduan Membeli Motor Bekas

Membeli motor bekas atau motkas, bisa menjadi solusi untuk mendapatkan motor idaman dengan harga yang lebih murah. Namun, membeli motor bekas juga tidak bisa sembarangan, karena kita tidak tahu persis riwayat pemakaian pemilik sebelumnya. Untuk itu, melakukan pengecekan pada fisik dan mesin motor menjadi keharusan sebelum membeli motor bekas. 

Paling aman, ajak mekanik kepercayaan anda untuk melakukan pengecekan kondisi motor, supaya gak merasa rugi nantinya. Berikut yang harus diperhatikan saat memilih motor bekas:

Kondisi Fisik

Periksa fisik motor seperti bodi, kaki-kaki, baut, spion, dan lainnya. Usahakan bagian-bagian motor masih sesuai dengan aslinya alias belum diganti-ganti.
Speedometer
Usahakan untuk tidak membeli motor bekas dengan kilometer di atas 30.000 km, karena biasanya akan banyak komponen mesin yang harus diperbaiki atau bahkan diganti. Tapi kalau memang harus membeli motor yang lebih tua, selama yakin kondisinya baik tidak ada masalah!

Nyalakan Mesin Motor
Coba hidupkan mesin motor untuk mengetahui kondisi mesin apakah masih baik atau tidak. Hindari membeli motor yang mesinnya berbunyi kasar.

Perpindahan Gigi dan Rangka Motor

Coba untuk melakukan test ride dengan melakukan perpindahan gigi untuk motor non matik, bila perpindahan gigi terasa sulit dilakukan, kemungkinan kampas koplingnya sudah akan habis. Jangan beli motor bekas dalam kondisi demikian.  Selain itu coba juga untuk melaju sekitar 40 km/jam, lalu tekan rem sedikit mendadak untuk memastikan motor tidak sulit dikendalikan. Pengecekan rangka atau sasis motor juga diperlukan untuk mendeteksi kelurusan sasis.

Kebocoran Oli
Setelah melakukan test ride, saat mesin panas perhatikan juga apakah ada oli yang bocor di sela-sela mesin. Bila terjadi kebocoran sebaiknya jangan beli motor tersebut.

Kondisi Kelistrikan
Periksa kelistrikan dan lampu motor, seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem, klakson, speedometer, dan elektrik starter motor. Bila semuanya berfungsi dengan baik, maka motor tersebut cukup layak untuk dibeli.

Tidak masalah untuk menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengecek kondisi keseluruhan motor, dan jangan takut pula dibilang ribet karena kita tentunya ingin mendapat motor dengan kondisi prima.

Lakukan Ini Jika Indikator Filter Udara Pulsar Berkedip

Salah satu fitur fungsional yang ada pada Bajaj Pulsar 180 dan 200 adalah indikator filter udara. Logo lampu yang berada di atas paling kiri dari panel speedometer ini bisa menunjukan kondisi filter udara. 

Tidak perlu khawatir ketika lampu indikatornya berkedip. Itu menandakan kalau filter atau saringan udara sudah kotor.
 
Indikator ini bekerja berkat sebuah sensor yang terletak di dalam boks filter. Sensor filter udara ini seperti lampu sorot yang memendarkan cahaya ke busa filter. Disaat busa filter kotor, cahaya tidak tembus dan sorotnya berbalik menyinari sensor, saat itulah sensor memerintahkan indikator di speedometer untuk berkedip.
 
Nah, untuk membuat lampu indikator itu gak berkedip gampang kok bersihkan saja filternya. Buka cover bodi sebelah kanan, lalu lepas baut 8 sebanyak empat buah dan tarik busa filternya.
 
Langkah selanjutnya, bersihkan busa filter dengan udara bertekanan tinggi dari kompresor. Kalau sudah bersih pasang lagi, dijamin lampu tidak akan nyala lagi.
  
Tapi ada juga yang sudah dibersihkan atau diganti baru filternya, indikator tetap berkedip. Biasanya karena sensornya juga kotor. Kalau sensor kotor, langkah membersihkannya agak ribet.

Pertama, harus melepas boks filter karena posisi sensor filter berada bagian belakang boks filter. Caranya dengan membuka tiga buah baut dengan kunci 10. Lepas juga footstep, tapi sebelumnya buka dulu baut 22 dan 13. Setelah footstep lepas, tarik boks filternya keluar. 

Nariknya enggak bisa sekaligus, harus dimiringin dulu biar gampang. Setelah terlepas box filternya, buka sensor filter yang nempel di boks dengan menggunkan obeng plus. Lalu cabut sensornya dan bersihkan. Biasanya debu yang menempel bisa langsung hilang setelah disemprot angin kompresor.

Trik Atasi Susah Pindah Gigi pada Yamaha V-ixion

Penunggang Yamaha V-ixion seringkali merasakan saat memindahkan gigi kadang gampang kadang susah. Gigi seperti nyangkut. 

Hal ini diakibatkan panas yang ditimbulkan pada kampas kopling. Selama motor bergerak atau motor dipakai di jalanan menanjak dan macet terlalu lama bikin kampas panas dan mengembang sehingga. Sehingga agak menebal.

Karena menebal, kopling tidak bisa membuka secara leluasa ketika tuasnya ditarik. Sehingga seperti ada hambatan. Ketika tuas kopling ditarik, harusnya kopling terbuka, gigi bisa dige­rakkan. Tapi, akibat mengembang, jadi mengganggu ketika tuas ditarik. Akibatnya pindah gigi terasa susah.

Padahal pada kondisi dingin, tuas bisa dipakai seperti biasa. Pindah gigi enggak ada masalah tetap lancar. Sebenarnya untuk menyelesaikan persoalan ini gampang banget. Cukup setelan koplingnya digeser.

Untuk penyetelan kopling bisa dilakukan dengan 2 cara. Yaitu dari bagian atas kabel kopling atau dari bagian ujung bawahnya kabel kopling.

Cara pertama, lewat bagian atas kabel kopling yang menghubungkan dengan tuas. Cukup mundurin jarak main tuas, dengan memutar penguncinya sampai jarak main handel maksimal. Karena jarak main hendel yang terlalu banyak jadi salah satu faktor penyebab.  Mundurin secukupnya, lalu kencangkan kembali kuncinya biar nggak geser-geser lagi.

Bisa juga dengan cara kedua yaitu melalui ujung bawah kabel kopling. Perlu pakai kunci 12. Lalu putar penguncinya pakai kunci 12. Renggangkan setelan tuas koplingnya. Coba dulu tarik-tarik tuas kopling. Kalu sudah pas, kencangkan kembali penguncinya.

Tapi, kalau dua cara itu enggak bisa mengatasi masalah, cek kampas koplingnya. Karena kemungkinan kampas kopling aus dan harus segera diganti. 

Cara Mudah Lepas Laher Roda Motor

Membongkar laher roda kadang membuat mekanik jengkel. Kesal karena susah membuka laher dari teromol. Apalagi kalau lahernya sudah berkarat dan rusak. Memang tak segampang yang dibayangkan.

Paling susah dilepas ketika laher roda sudah berantakan. Antara cincin dalam dan luar laher sudah lepas. Pelor atau pelurunya pun berceceran. Mekanik kebanyakan ambil jalan pintas dengan cara dipanaskan pakai las.

Padahal triknya sederhana dan enggak perlu dilas segala. Setelah mendapati laher roda yang susah dicopot, hanya main ketok saja pakai kunci T dan palu. Tapi, tidak asal main ketok tentunya. Awalnya memecahkan bagian bearing dan mengeluarkan terlebih dahulu bola kecil atau pelor yang ada di cincin lahernya.


Setelah berhasil mengeluarkan semua pelor, masukkan kembali pelor tersebut sekitar 4 atau 5 buah. Posisikan semua pelor tersebut terbagi sama semua jaraknya antar kedua sisinya.

Tapi, jika lahernya sudah berkarat, agar lebih licin lumasi terlebih dahulu laher dan pelornya secara merata dengan gemuk. Biar diketoknya juga lebih gampang memposisikan semua pelornya dengan pas.

Setelah semuanya dilumasi gemuk tinggal diketok hati-hati. Posisi pelek tinggal dibalik dan diketok dengan menggunakan kunci T dan palu dari arah berlawanan. Laher roda berikut cincinnya juga langsung copot.